Mengapa Casemiro Bisa Jadi Kunci Sukses Timnas Brasil di Rusia?

Oleh: Herdanang Ahmad Fauzan - 10 Juni 2018
Dibaca Normal 2 menit
"Gol di mata saya adalah ketika berhasil mencuri bola dari lawan," ungkap Casemiro.
tirto.id - Gilberto Silva tahu persis bagaimana caranya memenangkan trofi Piala Dunia bersama Timnas Brasil. Perannya sebagai poros lini tengah turut menjadi penentu keberhasilan Selecao menjuarai gelaran tersebut pada tahun 2002.

Kini, menjelang bergulirnya Piala Dunia 2018, eks punggawa Barcelona itu menyebut kans Timnas Brasil untuk memenangkan trofi serupa cukup besar. Bukannya tanpa alasan. Menurut Silva, hal tersebut tak lepas dari keberadaan gelandang bertahan Timnas Brasil saat ini, Casemiro.

Silva tak ragu menyebut Casemiro sebagai gelandang terbaik yang dimiliki Brasil. Sejak Gilberto Silva pensiun dari Timnas Brasil, menurut sang legenda tak ada gelandang yang mampu bermain lebih baik dari Casemiro.

"Pada suatu titik, kami pernah memainkan Paulinho dan Ramires, namun mereka memiliki gaya yang sama. Tidak ada yang mampu menahan bola. Dengan adanya Casemiro, kami memiliki seseorang yang menahan bola dan melindungi empat bek di belakang," tutur Silva seperti dikutip SkySports.

Tak hanya membuat pertahanan lebih aman, menurut Silva, keberadaan Casemiro mampu menunjang performa lini depan Timnas Brasil. Dengan seorang gelandang bertahan yang tangguh, para penyerang tak akan ragu untuk mengabaikan lini belakang dan fokus menggempur pertahanan lawan.

Casemiro juga dapat menunjang peran gelandang lainnya untuk tampil lebih ke depan. Jika peran "gelandang lain" ini diambil Paulinho, maka penyerangan Brasil akan benar-benar sempurna. Seperti yang telah diketahui, musim ini Paulinho telah membuktikan ketajamannya sebagai penyokong serangan klub raksasa Spanyol, Barcelona. Untuk ukuran gelandang, sembilan gol dan dua assist di Liga Spanyol jelas bukan capaian biasa.

"Peran Casemiro memberikan Paulinho kebebasan untuk bergerak ke depan dan itu bagus bagi Brasil, karena dia [Paulinho] sangat handal menusuk ke kotak penalti untuk menyambut umpan silang," sambung Silva.

Silva memaparkan segala anggapannya atas dasar pengalaman selama berkostum Timnas Brasil. Menurutnya, pada Piala Dunia 2002 lalu, situasinya tak berbeda jauh. Saat itu Timnas Brasil memang dihuni trisula Ronaldo-Ronaldinho-Rivaldo. Namun keganasan tiga pemain tersebut di depan gawang tak luput dari baiknya peran para pemain tengah dan belakang Brasil.

Sementara itu, soal lini depan, Silva merasa komposisi Timnas Brasil saat ini lebih dari cukup. Adanya nama besar seperti Neymar, Gabriel Jesus, Philippe Coutinho, hingga Willian dirasanya menjadi jaminan produktivitas Selecao. Permasalahannya adalah bagaimana memainkan sepakbola dengan padu. Untuk membawa pulang status tim terbaik dunia tak cukup hanya dengan lini depan mumpuni.

"Anda harus mengetahui peran di dalam tim, karena di depan mereka memiliki para pemain yang dapat menentukan laga. Penting untuk tetap berada di posisi, menghentikan lawan, dan memberi dukungan kepada para pemain di depan maupun di belakang," lanjut Silva.

Peran Casemiro Teruji di Madrid

Jauh hari sebelum Gilberto Silva memaparkan anggapannya, potensi Casemiro sudah tampak bersama Real Madrid. Trofi Liga Champions dalam dua musim terakhir adalah bukti paling sahih atas vitalnya kontribusi eks punggawa Sao Paulo itu.

Di bawah kepemimpinan Zidane, Real Madrid musim ini juga sangat bergantung dengan peran Casemiro. Hal ini dapat dilihat dari menit bermain sang gelandang. Di Liga Spanyol ia diberi kesempatan tampil pada 30 dari 38 pertandingan, sedangan pada ajang Liga Champions Casemiro tampil pada 11 dari total 13 laga yang melibatkan El Real.

Di Santiago Bernabeu, peran yang dijalani Casemiro pun tak berbeda jauh dengan yang disampaikan Silva. Zidane tak menuntutnya mencatatkan gol ataupun assist sebanyak mungkin. Dengan kostum nomor 14, ia lebih banyak ditempatkan untuk menahan bola, sehingga barisan depan maupun belakang El Real dapat lebih fokus dengan tugas masing-masing.

"Saya tak akan meminta Casemiro mengganti caranya bermain, karena sejauh ini dia sempurna," ungkap Zidane pada konferensi pers jelang semifinal Liga Champions melawan Atletico Madrid musim lalu.

Pada salah satu wawancara dengan ESPN, Casemiro sendiri yang mengatakan betapa ia menikmati perannya di Real Madrid. Sebagai pemain sepakbola, kebahagian utamanya bukanlah dalam mencatatkan gol ataupun assist.

"Saya suka mencetak gol, memberi assist, tapi apa yang paling saya sukai melebihi apapun adalah untuk mencuri bola dari lawan dan memberikannya kepada rekan satu tim. Saya merasa nyaman dan bahagia melakukan pekerjaan ini. Gol di mata saya adalah ketika berhasil mencuri bola dari lawan," tutur sang gelandang.

Menurut data Transfermarkt, musim ini Casemio tampil dalam total 48 pertandingan Real Madrid di berbagai kompetisi, dengan catatan tujuh gol serta tiga assist. Sebagai seorang gelandang yang mendapat tugas menghalau pergerakan lawan, Marcelo terbilang "bersih" karena tak mendapat satu pun kartu merah. Namun, sepanjang musim ini ia 13 kali diganjar kartu kuning oleh wasit. Catatan inilah yang perlu diperbaiki guna meminimalisir berbagai risiko pada turnamen di Rusia mendatang.

Pada Piala Dunia 2018, Casemiro bersama Timnas Brasil tergabung di Grup E bersama Kosta Rika, Swiss, dan Serbia. Dalam partai pembuka, Selecao bakal bersua Timnas Swiss di Rostov Arena, Senin (18/6/2018) dini hari waktu Indonesia.

Baca juga artikel terkait PIALA DUNIA 2018 atau tulisan menarik lainnya Herdanang Ahmad Fauzan
(tirto.id - Olahraga)

Penulis: Herdanang Ahmad Fauzan
Editor: Herdanang Ahmad Fauzan
DarkLight