tirto.id - Seorang pria inisial J (53) ditemukan tewas terkubur di parit perkebunan di Pemulutan, Ogan Ilir, Sumatra Selatan, setelah hilang hampir sebulan. Belakangan terkuak bahwa korban dibunuh oleh dua anak buahnya yang kesal karena kerap disodomi.
Jika dirunut, kasus bermula dari laporan kehilangan yang disampaikan keluarga J pada kepolisian, Minggu (11/10/2026). Korban J disebut hilang bersama mobil Daihatsu Sigra miliknya. Keluarga menduga ada unsur tindak pidana di balik hilangnya J karena di saat yang bersamaan keberadaan dua anak buahnya tak diketahui.
Korban J diketahui sehari-hari bekerja sebagai pedagang sayur di Sungai Lilin, Musi Banyuasin, Sumsel. Dia memiliki dua anak buah yang membantunya berdagang.
Kepolisian lantas melakukan penyelidikan. GPS yang terpasang di mobil menjadi petunjuk awal mencari keberadaan korban J.
Polisi mendapati mobil itu berada di Cengal, Ogan Komering Ilir, pada Selasa (2/11/2026). Petugas kemudian menangkap dua terduga pelaku, yaitu FS (23) dan DT (20), yang bersembunyi di rumah keluarganya di desa itu.
Dari pemeriksaan terhadap keduanya, terungkap bahwa J telah dibunuh lalu mayatnya dikubur di parit pinggir jalan di area perkebunan di Desa Pematang Bangsal, Pemulutan, Ogan Ilir. Polisi lantas menuju lokasi tersebut dan melakukan penggalian hingga jasad J ditemukan dalam keadaan telah membusuk, Rabu (4/11/2026).
Pembunuhan itu terjadi di kebun sawit milik korban di Sungai Lilin, Minggu (17/10/2026) malam. Awalnya, korban menyuruh kedua pelaku datang ke TKP dengan dalih ada keperluan penting yang membutuhkan bantuan.
Sesampai di sana, kedua pelaku ternyata diminta korban melayani nafsunya. Mereka tak bisa mengelak karena korban adalah majikannya. Terlebih, J mengiming-imingi mereka dengan upah tambahan dari berjualan sayur.
Pelaku FS diketahui mencekik leher korban dan DT menendang lalu memukul kemaluan korban hingga tewas.
Tak ingin aksinya terungkap, kedua pelaku membawa korban menggunakan mobilnya ke Ogan Ilir. Di sanalah mereka mengubur mayat korban dengan maksud menghilangkan jejak.
"Dua pelaku sudah kami tangkap dan masih dalam pemeriksaan setelah mayat korban sudah ditemukan," ungkap Kanit 5 Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, AKP Novel Siswandi Kurniawan, Kamis (5/11/2026).
Sementara itu, Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Sumsel, Kompol I Putu Suryawan, mengatakan penyidik masih memburu dua pelaku lain yang diduga turut terlibat, yakni ASN dan ASM. Masing-masing adalah ayah dan paman dari salah satu pelaku yang tertangkap. Keduanya diduga turut membantu menguburkan mayat korban.
"Dua pelaku yang diduga ikut terlibat masih dikejar," kata Putu.
Putu menjelaskan FS baru beberapa hari bekerja membantu korban dengan upah Rp150 ribu per hari. Sejak itu, dia mengaku mendapat kekerasan seksual oleh korban dengan iming-iming diberi uang tambahan.
"Dia mengaku sering mendapat perlakuan seperti itu, temannya DT juga sama," kata dia.
Putu menyebut penyidik terus melakukan pengembangan atas kasus ini untuk mengungkapkan secara pasti fakta dan kronologi pembunuhan hingga penguburan korban. Sementara itu, dia mengimbau dua pelaku lain yang buron segera menyerahkan diri untuk memudahkan proses hukum.
Penulis: Irwanto
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id































