Menuju konten utama

Kapolri Gandeng ONCB Thailand untuk Tangkap Fredy Pratama

Suyudi mengatakan, penguatan kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan dengan Direktur Penegakan Hukum ONCB Thailand, Kanisorn Papeeranon, dan delegasi.

Kapolri Gandeng ONCB Thailand untuk Tangkap Fredy Pratama
Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto (tengah) didampingi Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabarhakam) Polri Komjen Pol Herry Heryawan (kedua kanan), dan Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops Kapolri) Komjen Pol Roycke Harry Langie (kedua kiri) dan Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Antonius Subiyanto Bunjamin (kanan) menyampaikan keterangan pers seusai melakukan silaturahmi di Kantor KWI, Jakarta, Selasa (3/11/2026). Silaturahmi tersebut membahas koordinasi pengamanan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 agar berjalan aman dan kondusif. ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/nz
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Suyudi Ario Seto, menyatakan Polri akan mengintensifkan kerja sama dengan Badan Narkotika Thailand atau Office of the Narcotics Control Board (ONCB) untuk menangkap buronan kasus narkotika, Fredy Pratama, yang diduga masih berada di kawasan perbatasan Thailand dan Myanmar.

Suyudi mengatakan, penguatan kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan dengan Direktur Penegakan Hukum ONCB Thailand, Kanisorn Papeeranon, beserta delegasi di Mabes Polri, Kamis (5/11/2026).

"ONCB tentunya juga memiliki semangat untuk bekerja sama dengan Indonesia, lebih intens, untuk bisa menangkap buruan kita yaitu saudara Fredy Pratama, yang sementara ini kita monitor ada di kawasan antara Thailand dan Myanmar," kata Suyudi di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Ia menjelaskan, kerja sama Indonesia dan Thailand diperlukan untuk mengungkap jaringan peredaran narkotika lintas negara. Menurutnya, penanganan kejaqhatan narkotika tidak bisa dilakukan hanya oleh satu negara.

Suyudi menyinggung keberadaan jaringan Golden Triangle yang selama ini memengaruhi peredaran narkotika di kawasan Asia hingga dunia.

"Untuk itu dalam diskusi kami, pada pagi hari ini kita berkomitmen untuk bekerja sama, bekerja keras, mengungkap kejahatan narkotika di kawasan Asia Tenggara," ujarnya.

Ia menambahkan, Polri juga akan mendukung upaya ONCB mengungkap kejahatan narkotika yang melibatkan warga negara Thailand di Indonesia.

Suyudi menyebut Polri sebelumnya telah membantu ONCB mengamankan seorang buronan narkotika asal Thailand. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus menghasilkan capaian dalam penegakan hukum lintas negara.

"Dan beberapa waktu lalu pun kami sudah memberikan dukungan sehingga bisa mengamankan satu target besar Thailand yang sudah kita amankan, dan mudah-mudahan ini juga menjadi hal yang baik ke depannya," tuturnya.

Sebagai informasi, Fredy Pratama merupakan warga negara Indonesia yang menjadi buronan dalam kasus peredaran narkotika jaringan internasional. Ia masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak 2014 dan dikabarkan bermukim di Thailand untuk mengendalikan peredaran narkotika.

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri sebelumnya menangkap Frans Antoni (FA), yang disebut sebagai pengendali keuangan jaringan narkoba Fredy Pratama.

https://tirto.id/bareskrim-tangkap-anak-buah-gembong-narkoba-fredy-pratama-hyiZ

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, mengatakan Frans didatangkan dari Malaysia dan diterbangkan ke Jakarta pada Jumat (19/6/2026).

Frans tiba di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, sekitar pukul 15.28 WIB. Saat tiba, ia terlihat dalam kondisi tangan terborgol dan dikawal petugas menuju gedung Bareskrim.

Baca juga artikel terkait PEMBERANTASAN NARKOBA atau tulisan lainnya dari Hanang Septioyudho

tirto.id - Flash News
Reporter: Hanang Septioyudho
Penulis: Hanang Septioyudho
Editor: Andrian Pratama Taher