14 Oktober 1921

Hoegeng, Jenderal Kurus yang Lurus - Mozaik Tirto

14 Oktober 2017
Almarhum Gus Dur yang kocak itu, suatu hari pernah berkelakar soal polisi Indonesia. “Di negeri ini,” katanya, “cuma ada tiga polisi jujur: patung polisi, polisi tidur, dan polisi Hoegeng.” Barangkali itulah salah satu lelucon Gus Dur yang paling terkenal dan sering direproduksi orang banyak.

Orang yang disebut Gus Dur dalam joke itu, Hoegeng Imam Santoso, memang sosok langka. Ketika korupsi menjadi sinonim Kepolisian Negara Republik Indonesia pada awal Orde Baru berkuasa, Hoegeng tampil sebagai antonimnya. Ia dikenal sebagai Kapolri yang jujur, bahkan teramat jujur. Saking bersihnya Hoegeng, sampai-sampai di masa pensiun ia harus mencari tambahan pendapatan dengan bekerja sebagai host acara musik Hawaiian di TVRI sekaligus menjadi penyanyinya.

Namanya hingga hari ini melegenda sebagai ikon polisi bebas korupsi. Pada saat menjabat sebagai Kapolri (9 Mei 1968- 2 Oktober 1971), ia tidak mempan sogokan duit sebesar apapun. Ia juga tak segan melawan kehendak kekuasaan yang ingin mengintervensi kasus yang ditangani kepolisian.

Orang seperti Hoegeng tentu saja tidak disenangi penguasa korup. Pendiriannya yang tegas terhadap penyelewengan jabatan dan kekuasaan membuatnya tersingkir dari gelanggang. Konon, Soeharto tidak berkenan dengan Hoegeng gara-gara sikap tegasnya itu.

Baca Diancuk, Jenderal Hoegeng Jadi Menteri

Editor: Riva
DarkLight