Menuju konten utama

Didukung PSI, Dijegal PKS: Bisakah Kaesang Jadi Cawalkot Depok?

Nama Kaesang disebut dalam radar calon wali kota Depok, bisakah anak Jokowi itu menang?

Didukung PSI, Dijegal PKS: Bisakah Kaesang Jadi Cawalkot Depok?
Putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/tom.

tirto.id - Nama Kaesang Pangarep sedang diperbincangkan karena muncul sebagai bakal calon wali kota Depok. Pasalnya, baliho putra bungsu Presiden Jokowi tersebut terpampang di Depok.

Baliho pria kelahiran 25 Desember 1994 itu dipasang oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Bagi PSI, Kaesang adalah representatif kaum muda dan dapat mewakili partai untuk maju sebagai wali kota Depok.

Baliho yang terletak di Jalan Margonda Raya, Depok itu menampilkan foto Kaesang sedang memegang bunga mawar merah, disertai tulisan "PSI Menang, Wali Kota Kaesang".

Di Depok, PSI yang cuma punya satu kursi akan sulit mencalonkan kandidat cawalkot. Sebab, ambang batas pencalonan kepala daerah harus mempunyai 6 kursi di DPRD.

Untuk bisa mengusung calon, PSI harus menggandeng partai lain agar sesuai dengan ambang batas. Artinya, PSI butuh 5 kursi lagi.

Partai penguasa di Depok adalah PKS karena punya 12 kursi di DPRD. Bahkan, partai itu sudah menguasai Depok selama 20 tahun atau empat periode karena wali kotanya berasal dari PKS.

Bisakah Kaesang Jadi Cawalkot Depok?

Wakil Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Depok, Icuk Permana, berdalih alasan partainya mendukung Kaesang karena pembangunan yang stagnan di Depok. Menurut dia, selama dipimpin PKS selama 20 tahun, kota itu tidak banyak perubahan.

"Target kami, 2024 Depok Merdeka dari PKS," kata Icuk.

Kendati demikian, Icuk mengakui kalau menggeser kekuasaan PKS dari Depok adalah tugas berat karena PSI cuma memiliki satu kursi di DPRD Depok.

Di sisi lain, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid (HNW) mengatakan sebaiknya Kaesang maju di Pemilihan Wali Kota Solo saja, tidak usah di Depok.

PKS, kata pria yang akrab disapa HNW ini, tidak pernah berpikir mengusung Kaesang di Depok karena anak Presiden Jokowi itu bukan kader PKS dan bukan orang Depok.

PKS sendiri masih menggodok kandidat cawalkot Kota Depok. Pasalnya, banyak kandidat yang potensial.

Menurut Ketua Bidang Kebijakan Publik Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) PKS Depok Qurtifa Wijaya, sudah ada lima nama yang masuk radar PKS Depok untuk dipertimbangkan.

Qurtifa menjelaskan, munculnya lima nama tersebut bukan tanpa alasan, dan sudah dipertimbangkan di internal PKS Depok.

“Kelima nama calon Wali Kota Depok untuk Pilkada 2024 Qurtifa Wijaya menyebutkan Imam Budi Hartono, Bu Farida Rachmayanti, Moh. Hafid Nasir, Khairullah Ahyari dan Supian Suri,” tutur Qurtifa mengutip Antara News.

Meski sudah ada lima nama, PKS masih menunggu proses yang diamanatkan partai. Dalam tradisi PKS, kata Qurtifa, penetapan nama calon kepala daerah harus melalui mekanisme partai. Ada tahap penyeleksian dan penilaian berjenjang dari DPD, DPW dan terakhir DPP.

“Harus memperhatikan aspirasi dari kader, pengurus partai serta hasil survei terkait popularitas dan elektabilitas,” kata Qurtifa.

Baca juga artikel terkait AKTUAL DAN TREN atau tulisan lainnya dari Sulthoni

tirto.id - Politik
Kontributor: Sulthoni
Penulis: Sulthoni
Editor: Alexander Haryanto