Menuju konten utama

Danantara Jajaki Investasi dengan 33 Perusahaan AS via USABC

Badan Pengelola Investasi Danantara menjajaki peluang kerja sama investasi dengan 33 perusahaan AS melalui USABC untuk optimalisasi aset BUMN.

Danantara Jajaki Investasi dengan 33 Perusahaan AS via USABC
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyampaikan sambutan saat membuka Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta, Senin (26/10/2026). Forum yang berlangsung pada 26–28 Oktober 2026 tersebut mempertemukan tokoh ekonomi, ilmuwan, dan pemimpin perusahaan teknologi global untuk menghubungkan inovasi dengan modal global serta membuka peluang industrialisasi di Indonesia. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) tengah menjajaki peluang kerja sama investasi strategis dengan sejumlah korporasi asal Amerika Serikat (AS) yang tergabung dalam US-ASEAN Business Council (USABC).

Chief Executive Officer (CEO) Danantara yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menyatakan pihaknya kini sedang mematangkan daftar proyek potensial untuk ditawarkan kepada calon investor global, termasuk korporasi AS.

Persiapan ini sekaligus menyongsong agenda forum bersama Milken Institute dan investor besar dalam rangkaian pertemuan G20 di Miami, AS.

“Danantara juga diminta mempersiapkan daftar beberapa program atau proyek yang bisa dikerjasamakan,” ujar Rosan kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2026).

Rosan memaparkan, proyek-proyek yang dikurasi tersebut diarahkan secara khusus untuk mendukung peningkatan nilai tambah dan optimalisasi aset badan usaha milik negara (BUMN). Saat ini, pemetaan potensi portofolio investasi masih terus digodok secara mendalam.

“Nanti kita sedang list, supaya kerja samanya sesuai dengan program peningkatan atau optimalisasi dari aset BUMN,” katanya.

Penjajakan investasi tingkat tinggi ini bergulir menyusul suksesnya penyelenggaraan Indonesia Business Mission 2026 oleh USABC pada 27–29 Oktober 2026 lalu.

Dalam misi bisnis tersebut, sebanyak 33 perusahaan AS menggelar 21 sesi pertemuan bilateral dengan pemerintah Indonesia guna membedah prioritas pembangunan, peluang investasi, hingga solusi tantangan dunia usaha.

Salah satu agenda kunci dari rangkaian misi tersebut adalah forum diskusi serta jamuan makan malam eksklusif bersama jajaran pimpinan Danantara, yang menjadi ruang awal penjajakan aliansi bisnis jangka panjang.

Sebelumnya, USABC menyampaikan bahwa rangkaian misi bisnis tahun ini turut merumuskan sejumlah rekomendasi strategis untuk mengakselerasi target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen.

Rekomendasi tersebut menyoroti penguatan iklim investasi, kepastian regulasi, akselerasi teknologi digital, hingga peningkatan kapasitas industri domestik.

Lebih lanjut, Rosan menambahkan, dalam agenda G20 Investment Week yang dijadwalkan berlangsung pada 11–15 Desember 2026, Danantara diagendakan menggelar pertemuan lanjutan dengan think tank independen nirlaba asal AS yang bergerak di bidang riset ekonomi, keuangan, kesehatan, filantropi, dan kebijakan publik, yakni Milken Institute.

“Kalau sama US karena memang ada pembicaraan kita nanti misalnya di G20 Miami seperti apa, dan ada rencananya forumnya juga dengan Milken Institute, dengan beberapa investor besar,” beber Rosan.

Baca juga artikel terkait DANANTARA atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Mochammad Fajar Nur