Menuju konten utama

Buruh SPN Demo VinFast Subang, Jalur Provinsi Sempat Lumpuh

Ratusan buruh SPN demo PT VinFast Subang imbas PHK sepihak 12 pengurus. Jalur provinsi sempat lumpuh total karena aksi blokir jalan raya.

Buruh SPN Demo VinFast Subang, Jalur Provinsi Sempat Lumpuh
Serikat Pekerja Nasional (SPN Jabar) menggelar aksi di depan pintu masuk PT VinFast Subang pada Kamis (22/10/2026) pagi. Foto/Subang Info
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Aksi unjuk rasa ratusan buruh Serikat Pekerja Nasional (SPN Jabar) di depan pintu masuk PT VinFast Subang pada Kamis (22/10/2026) pagi, sempat membuat jalur provinsi penghubung Subang-Cikamurang lumpuh total. Kelumpuhan arus lalu lintas di kedua arah terjadi setelah massa memblokir jalan raya selama beberapa menit untuk menyampaikan orasinya.

Aksi demo terhadap produsen kendaraan listrik asal Vietnam tersebut menuntut 12 pengurus SPN yang kena pecat atau pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak dipekerjakan kembali oleh perusahaan.

Wakil Ketua IV SPN Jawa Barat, Dede Koswara, mengatakan massa merupakan perwakilan buruh dari puluhan kabupaten/kota se-Jabar. Mereka turun untuk memperjuangkan 12 pengurus SPN yang dipecat sepihak dengan alasan efisiensi perusahaan.

SPN menilai VinFast zalim terhadap pekerja, mereka tidak mau bermitra dengan serikat pekerja. "Baru ada pengusaha yang memberangus serikat pekerja," ucap Dede Koswara dalam orasinya.

Dede Koswara bilang, perusahaan mestinya memberi ruang kepada pekerja untuk berserikat, terlebih ada regulasi sebagai payung hukumnya. Dia pun menegaskan perusahaan yang memberangus serikat pekerja bisa dipidana, karena melanggar perundang-undangan.

"Kami menuntut pengurus atau anggota SPN yang di-PHK untuk dipekerjakan kembali. Kalau tuntutan tidak dipenuhi, maka SPN akan turun kembali dengan massa yang lebih banyak dari hari ini," ucapnya.

Ketua SPN Subang, Indra Kardiansyah, menilai alasan perusahaan melakukan PHK untuk efisiensi adalah pernyataan yang janggal dan mengada-ada. Pasalnya, PHK tersebut dilakukan tak lama setelah para pekerja membentuk SPN.

"Jadi tuntutan kami hari ini karena pengurus kami di-PHK. Tuntutan kami pengurus kami kembali dipekerjakan. Alasannya untuk efisiensi sangat tak masuk akal. Kemarin Dedi Mulyadi Gubernur Jabar saat berkunjung ke VinFast menegaskan perusahaan mobil listrik asal Vietnam ini membutuhkan 8.000 karyawan," kata Indra.

Pihak SPN menduga kuat adanya praktik union busting atau pemberangusan serikat pekerja yang berkedok efisiensi.

Indra mengungkapkan ada bukti-bukti jelas adanya keterlibatan pihak HRD perusahaan yang melakukan intimidasi dan diskriminasi terhadap pembentukan serikat SPN.

"Jadi dugaannya sudah ada, bukti-buktinya sudah jelas. Kami akan melaporkan ke Disnaker (Dinas Tenaga Kerja) karena disitu juga ada keterlibatan pihak HRD yang mengintimidasi, mendiskriminasi tentang pembentukan serikat SPN ini. Dari 12 orang pengurus semua sudah dikeluarkan," tukasnya.

Indra pun menegaskan pernyataan Dede Koswara, massa aksi menyatakan tidak akan berhenti melakukan aksi sampai tuntutan mereka dikabulkan.

"Jika tuntutan tidak dikabulkan, kami akan melaksanakan aksi terus-menerus. Instruksi Ketua DPD SPN Jabar juga Ketua Umum kami menginstruksikan tetap berjuang sampai pengurus kami dipekerjakan kembali. Kami akan mengundang massa lebih banyak lagi untuk solidaritas," pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis, massa aksi masih bertahan melakukan aksi demo. Pihak manajemen PT VinFast dan perwakilan SPN sempat beraudiensi, namun menolak mempekerjakan kembali 12 pekerja yang di PHK sepihak.

=========

Subang Info adalah akun IG City Info yang merupakan bagian dari #KolaborasiJangkarByTirto.

Baca juga artikel terkait DEMO BURUH JABAR atau tulisan lainnya dari Subang Info

tirto.id - Flash News
Kontributor: Subang Info
Penulis: Subang Info
Editor: Siti Fatimah