tirto.id - Hari pertama gelaran Karir Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri Expo 2026 yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, diserbu puluhan ribu pencari kerja.
Meski ketersediaan lowongan mencapai 12.000 posisi, jumlah pendaftar secara online langsung membludak hingga menembus angka 28.000 pelamar di hari pertama.
Bursa kerja yang diinisiasi oleh Dinas Ketenagakerjaan DKI Jakarta ini bekerja sama dengan kurang lebih 100 perusahaan, baik dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) maupun sektor swasta di Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan tingginya angka pendaftar tersebut mencerminkan besarnya antusiasme sekaligus kebutuhan masyarakat akan ketersediaan lapangan pekerjaan.
"Mudah-mudahan walaupun tentunya tidak bisa memenuhi semua harapan karena baru dibuka hari ini saja, tadi saya mendapatkan laporan yang melalui online kurang lebih 28.000 [pelamar]," ujar Pramono Anung saat konferensi pers di UKM Gallery, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2026)
Jumlah 28.000 pelamar tersebut baru mencakup pendaftaran secara daring dan diperkirakan akan terus bertambah seiring banyaknya warga yang hadir dan melamar secara langsung (walk-in) ke lokasi ekspo.
Ia menjelaskan, dari segi data makro, tingkat pengangguran di DKI Jakarta sebenarnya telah mengalami penurunan yang signifikan. Dari yang sebelumnya selalu berada di rata-rata 6%, kini angka pengangguran melandai ke tingkat 5,79%.
Kendati demikian, Pemprov DKI menyadari bahwa penurunan tersebut belum sepenuhnya mampu mengakomodasi tingginya permintaan dan harapan publik akan pekerjaan.
"Sehingga dengan demikian memang lapangan pekerjaan di Jakarta walaupun sudah mengalami penurunan, dari dulu selalu rata-ratanya 6%, sekarang 5,79%, ada penurunan yang sangat signifikan, tetapi belum memenuhi kebutuhan dan keinginan publik," jelas Pramono.
Sementara itu, sebagai bentuk dukungan moral dan finansial bagi para pencari kerja yang tengah berjuang, Pemprov DKI Jakarta turut menyiapkan kebijakan baru.
Mulai 1 Januari mendatang, seluruh pencari kerja di Jakarta akan digratiskan saat menggunakan layanan transportasi publik.
"Saya membayangkan siapa pun di ruangan ini, di tempat ini pasti pernah mencari kerja, naik turun transportasi publik yang ada di Jakarta. Untuk itu secara khusus kami akan menggratiskan siapa pun yang mencari kerja di Jakarta," imbuhnya.
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id







































