BOPI Tegaskan Liga 1 dan Liga 2 Harus Penuhi Verifikasi Ketat

Oleh: Hendi Abdurahman - 10 April 2019
Dibaca Normal 1 menit
Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) bakal melakukan verifikasi ketat sebelum mengeluarkan izin rekomendasi Liga 1 dan Liga 2 2019.
tirto.id - Kompetisi Liga 1 2019 dijadwalkan bakal dimulai pada 8 Mei 2019, sementara Liga 2 2019 rencananya digelar pada Juni 2019. Pengajuan rekomendasi penyelenggaraan kompetisi sepak bola profesional pun telah dilakukan PT Liga Indonesia Baru (LIB) kepada Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).

Ketua Umum BOPI, Richard Sam Bera menyatakan, pada prinsipnya BOPI menyambut baik permohonan rekomendasi kompetisi liga. Hal ini sesuai visi BOPI untuk mendukung berkembangnya semua industri profesional olahraga Indonesia yang membawa dampak positif bagi perekonomian Indonesia.

“Tapi sejalan itu, kita harus melakukan verifikasi ketat sebelum mengeluarkan rekomendasi pelaksanaan kegiatan sebuah olahraga profesional,” tegas Richard dalam keterangan tertulis yang diterima Tirto, Senin (10/4/2019).

Richard memaparkan, beberapa hal menjadi perhatian utama BOPI sebelum mengeluarkan rekomendasi bagi LIB antara lain evaluasi pelaksanaan Liga 1 dan Liga 2 musim 2018, pelaksanaan Piala Presiden, dan hal-hal terkait ketaatan regulasi serta unsur-unsur profesionalisme klub peserta liga.

“Misalnya bagaimana status profesionalisme klub terkait badan hukum, kondisi keuangan, kontrak pemain, tunggakan gaji sebelumnya, persyaratan bagi pemain asing, pajak, peningkatan kapasitas wasit, infrastruktur, dan lain-lain,” kata Richard.

Dalam waktu dua pekan setelah pengajuan rekomendasi diajukan, BOPI akan melakukan verifikasi kepada beberapa klub terkait pemenuhan unsur profesionalisme peserta liga sepakbola profesional.

Namun, hingga kini, BOPI mengaku belum menerima surat resmi dari PT LIB yang menyatakan bahwa mereka adalah operator liga untuk musim ini. Hal tersebut, menurut Richard, penting guna pertanggungjawaban andai terjadi sesuatu di luar yang dikehendaki.

“Tapi sebelumnya kami juga minta surat resmi bahwa PT LIB merupakan operator liga musim ini. Sampai saat ini kami belum pegang surat mandat itu,” kata Richard.


Untuk itu, BOPI meminta komitmen operator kompetisi terhadap jaminan keselamatan dan keamanan semua pihak. Pada musim kompetisi ke depan, BOPI menekankan jangan ada lagi suporter terlibat kekerasan, apalagi sampai timbul korban jiwa.

“Kalau sampai ada korban jiwa, kami tak ada opsi lain kecuali menghentikan kompetisi dengan cara mencabut rekomendasi. Juga terkait penegakan hukum yang selama ini tidak konsisten, harap lebih diperhatikan. Padahal hal ini sebenarnya merupakan kunci dari integritas kompetisi itu sendiri,” jelasnya.

Kedatangan PT LIB dipimpin Direktur Utama Dirk Soplanit, Manajer Kompetisi Asep Saputra, Manajer Pengembangan Strategis Kharisma Putra Kartono, dan Manajer Media Komunikasi Publik Hanif Marjuni.

Dalam pertemuan ini, Dirk Soplanit menyatakan optimis pihaknya dapat memenuhi persyaratan yang digariskan BOPI sehingga rekomendasi penyelenggaraan kompetisi dapat keluar, sebagai syarat mutlak diputarnya Liga 1 dan Liga 2.

“Soal izin pemain asing, kondisi stadion, badan hukum klub, dan pemenuhan gaji pemain, kami akan berusaha penuhi. Tinggal penuhi yang kurang-kurang saja,” kata Dirk.

Sementara itu, Asep Saputra menjelaskan, kick-off Liga 1 akan memainkan 300 pertandingan yang diagendakan bergulir pada 8 Mei dan berakhir pada 22 Desember 2019. Sementara roda kompetisi Liga 2 dijadwalkan berputar pada 15 Juni – 7 Desember 2019. Juga akan diputar Elite Pro Academy U-21.

“Jadwal ini sudah memperhitungkan jadwal tim nasional untuk FIFA Match Day dan SEA Games Filipina, serta keikutsertaan Persija Jakarta dan PSM Makassar di gelaran AFC Cup,” kata Asep.


Baca juga artikel terkait LIGA 1 2019 atau tulisan menarik lainnya Hendi Abdurahman
(tirto.id - Olahraga)

Reporter: Alfian Putra Abdi
Penulis: Hendi Abdurahman
Editor: Agung DH