Asmaul Husna Al Alim: Arti, Makna dan Konsekuensi Keimanannya

Oleh: Abdul Hadi - 24 Agustus 2021
Dibaca Normal 2 menit
Makna arti Al-Alim (Yang Maha Mengetahui) dan konsekuensi keimanannya
tirto.id - Umat Islam dianjurkan untuk mempelajari dan berdoa kepada Allah Swt dengan menyebut nama-nama-Nya yang indah atau Asmaul Husna. Setidaknya, terdapat 99 Asmaul Husna, berisi sifat dan kuasa Allah yang tidak terbatas. Setiap keimanan kepada Asmaul Husna ini menuntut konsekuensi tertentu yang harus ditaati setiap muslim.

Hal ini tergambar dalam surah Al-A'raf ayat 180 sebagai berikut: “Dan Allah memiliki Asmaul Husna [nama-nama yang terbaik], maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna itu dan tinggalkanlah orang orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan,” (Q.S. Al-A’raf [7]: 180).

Dengan mengetahui Asmaul Husna, seorang muslim dituntut untuk berakhlak baik dengan meniru sifat-sifat tersebut. Sebab, penyempurnaan akhlak adalah salah satu tujuan penting diutusnya Islam di muka bumi ini, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:

"Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak," (H.R. Baihaqi). Dalam hadis lain, beliau bersabda: “Berakhlaklah kamu sekalian dengan akhlak Allah."

Untuk dapat meneladani sifat Allah Swt yang mulia, maka seorang muslim harus mempelajari dengan tekun dan sungguh-sungguh Asmaul Husna ini. Tidak hanya itu, bagi yang mengetahui dan menerapkannya, maka Allah Swt akan memberikan balasan surga dan menjauhkannya dari neraka, sebagaimana sabda Nabi Muhammad:

"Allah SWT memiliki 99 nama, seratus kurang satu. Barang siapa yang menjaga dan menghafalkannya akan masuk surga," (H.R. Muslim).

Di antara 99 Asmaul Husna tersebut, terdapat satu nama mulia yang patut dipelajari dan diimani umat Islam, yaitu Al-Alim (Yang Maha Mengetahui). Berikut ini penjelasan mengenai Asmaul Husna Al-Alim, makna dan konsekuensi keimanannya sebagaimana dikutip dari Kemdikbud.

Makna Arti Al-Alim (Yang Maha Mengetahui) dan Konsekuensi Keimanannya

Al-Alim bermakna bahwasanya Allah SWT adalah zat yang mengetahui segala hal di semesta ini. Tidak ada satu hal pun di dunia yang luput dari pengetahuannya.

Saking luasnya pengetahuan Allah, Dia sudah mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan, yang sedang terjadi, serta yang sudah terjadi di masa silam.

Selain itu, Allah juga mengetahui yang nyata dan yang gaib, yang terlihat dan tak terlihat. Ilmu Allah sangat luas, menembus batas ruang dan waktu, serta mencakup segala hal yang ada di muka bumi ini.

Hal ini tergambar dalam surah Al-An'am ayat 59 sebagai berikut:

"Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya [pula], dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata [Lauh Mahfudz],” (QS. Al-An’am [6]: 59)

Konsekuensi keimanan kepada Al-Alim ini adalah kewajiban menuntut ilmu, sebagai bentuk teladan dari sifat Allah SWT. Hal ini dikuatkan dengan sabda Nabi Muhammad SAW: "Menuntut ilmu itu diwajibkan bagi setiap orang Islam,” (H. R. Ibnu Majah dan Baihaqi).

Dalam proses menuntut ilmu juga, umat Islam dianjurkan berdoa dengan menyebut nama Al-Alim, sebab segala pengetahuan berasal dari Allah SWT dan Dia yang memberikan sebagian ilmu tersebut kepada hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki.

Berdasarkan nama Al-Alim, terdapat dua doa yang diajarkan dalam Islam berkaitan dengan adab menuntut ilmu dan belajar sebagai berikut.

رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا، وَارْزُقْنِيْ فَهْمًا وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الصَّالِحِيْنَ

Bacaan Arab-Latinnya: "Robbi zidnii 'ilmaa, warzuqnii fahmaa, waj'alnii minash-sholihiin"

Artinya: "Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku, dan berilah aku karunia untuk dapat memahaminya, Dan jadikan lah aku termasuk golongannya orang-orang yang soleh."

Selain doa di atas, ada juga doa yang lain untuk meminta kepada Allah agar senantiasa diberi ilmu yang bermanfaat.

اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ عِلْماً نَافِعاً، وَرِزْقاً طَيِّباً، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

Bacaan Arab-Latinnya: "Allahumma inni asaluka 'ilman na'fian, warizqan toyyiban, wa 'amalan mutaqobbalan"

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amalan yang diterima."


Baca juga artikel terkait ASMAUL HUSNA atau tulisan menarik lainnya Abdul Hadi
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Abdul Hadi
Penulis: Abdul Hadi
Editor: Yulaika Ramadhani
DarkLight