AS Alami Lonjakan Kasus COVID-19 Terbesar dari Seluruh Negara

Oleh: Dipna Videlia Putsanra - 3 Juli 2020
Dibaca Normal 1 menit
AS mengalami lonjakan kasus COVID-19 terbesar dalam sehari di seluruh dunia.
tirto.id - Amerika Serikat melaporkan kasus baru virus corona COVID-19 mendekati 55.000 pada Kamis (2/7/2020) dan menjadi pertambahan harian terbesar dari angka yang pernah dilaporkan negara mana pun.

Satu lonjakan dalam kasus virus corona seluruh AS selama pekan terakhir membuat publik menyoroti cara Presiden Donald Trump menangani krisis itu dan mendorong beberapa gubernur menghentikan rencana membuka kembali negara bagian mereka setelah mengarantina wilayah secara ketat.

Kasus harian AS pada Kamis malam mencapai 54.879, mengungguli catatan harian sebelumnya yakni 54.771 yang dicapai Brazil pada 19 Juni.

Hanya dua pekan lalu, AS melaporkan sekitar 22.000 kasus baru sehari. AS kini melaporkan lebih dari 40.000 kasus untuk tujuh hari berturut-turut dan memecahkan rekor untuk kasus baru tiga hari berturut-turut, menurut hitungan itu.

Infeksi baru muncul 37 dari 50 negara bagian dalam 14 hari terakhir dibandingkan dengan dua pekan sebelumnya pada awal Juni, menurut Reuters.

Florida melaporkan pertambahan terbesar daripada negara bagian mana pun hingga Kamis, mencatat lebih dari 10.000 kasus baru dalam satu hari. Dengan 21 juta penduduk, negara bagian itu melaporkan kasus baru virus corona harian lebih banyak daripada negara Eropa mana pun saat wabah mencapai puncak.

Dr. Anthony Fauci, kepala Lembaga Nasional Penyakit Alergi dan Menular, memperingatkan sebelumnya pekan ini pertambahan harian dalam kasus baru corona di AS dapat mencapai 100.000 tanpa langkah-langkah berskala nasional untuk melambatkan peningkatannya.

Ketika tingkat pengujian bertambah, bertambah juga persentase hasil positif. Perawatan di rumah sakit juga meroket.

Empat negara bagian AS Arizona, California, Florida, dan Texas melaporkan 25.000 kasus corona pada Kamis ketika kurva infeksi virus meningkat di 40 dari 50 negara bagian.

"Apa yang kami lihat adalah minggu yang sangat mengganggu," Dr. Anthony Fauci, ahli penyakit menular pemerintah, mengatakan dalam siaran langsung dengan American Medical Association, seperti dikutip Associated Press.

Gubernur Texas Greg Abbott yang sebelumnya menolak pemakaian masker, memerintahkan pemakaian masker di sebagian besar negara bagian. Peraturan juga diberlakukan di daerah-daerah.

Lonjakan disebabkan karena orang Amerika yang tidak menggunakan masker dan mengikuti aturan jarak fisik ketika negara-negara mulai mencabu lockdown selama beberapa minggu terakhir.

Fauci memperingatkan jika orang tidak mulai mematuhi aturan, "kita akan berada dalam kesulitan yang serius."

AS mencatat 51.200 kasus baru yang dikonfirmasi pada Rabu, menurut Universitas Johns Hopkins. Jumlah itu lebih tinggi dari fase paling mematikan krisis corona yang dialami AS pada bulan April dan Mei, ketika wilayah metropolitan New York dengan mudah menjadi titik terburuk di AS.

Semua kecuali 10 negara bagian menunjukkan peningkatan dalam kasus yang baru dilaporkan selama 14 hari terakhir, menurut data yang dikumpulkan oleh Proyek Pelacakan COVID sukarela.

Kasus corona paling parah ditemukan di Arizona, Texas dan Florida, yang bersama-sama dengan California menutup kembali bar, restoran dan bioskop selama seminggu terakhir.


Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA atau tulisan menarik lainnya Dipna Videlia Putsanra
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Agung DH
DarkLight