Menuju konten utama

4 Rumah Rusak Diterjang Angin, BMKG Sumsel Wanti-wanti Pancaroba

Empat rumah warga di Lubuklinggau rusak parah akibat diterjang angin kencang. BMKG mengimbau warga Sumsel waspada puncak cuaca ekstrem pancaroba.

4 Rumah Rusak Diterjang Angin, BMKG Sumsel Wanti-wanti Pancaroba
Atap rumah warga Lubuklinggau, Sumsel, rusak akibat diterjang angin kencang, Minggu (1/11/2026) malam. FOTO/Damkar Lubuklinggau
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sebanyak empat unit rumah warga di Kelurahan Muara Enim, Kota Lubuklinggau, Sumatra Selatan, mengalami kerusakan parah setelah diterjang hujan deras disertai angin kencang pada Minggu (1/11/2026) malam.

Kepala Bidang Penyelamatan dan Penanggulangan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran Lubuklinggau, Suryo Amrinata, menjelaskan posisi bangunan rumah yang berada di dataran lebih tinggi dan terbuka membuat struktur atapnya rentan tersapu hantaman angin.

Akibat kejadian tersebut, material atap rumah beterbangan dan menyebabkan seisi ruangan terendam air hujan. Selain empat rumah yang rusak pada bagian atap, dua unit rumah lainnya turut terendam banjir limpasan akibat saluran drainase yang tersumbat material tanah.

"Ada empat rumah yang rusak bagian atap karena diterjang angin kencang dan dua rumah tergenang," kata Suryo dalam keterangannya, dikutip Senin (2/11).

Menanggapi insiden tersebut, pihak Dinas Pemadam Kebakaran mengimbau masyarakat untuk memperketat kesiapsiagaan, termasuk memangkas dahan pohon besar di sekitar permukiman guna mengantisipasi risiko pohon tumbang susulan selama musim pancaroba.

"Kita semua harus waspada semua, sebisa mungkin menghindari tempat terbuka dan berteduh di tempat-tempat yang rawan," ujar Suryo mengingatkan warga.

Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan peristiwa cuaca ekstrem tersebut berkaitan erat dengan fase peralihan musim (pancaroba) dari kemarau menuju musim hujan yang tengah melanda sebagian besar wilayah Sumatra Selatan.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis, memaparkan wilayah Sumsel kini memasuki dasarian I November 2026 dengan karakteristik cuaca tidak stabil yang kerap memicu hujan lebat mendadak disertai petir dan angin kencang.

"Sebagian besar wilayah Sumsel masuk musim pancaroba. Waspadai angin kencang dan hujan deras saat situasi ini," ungkap Wandayantolis, Senin (2/11/2026).

Berdasarkan analisis BMKG, wilayah berpotensi curah hujan menengah hingga rendah tersebar di sejumlah kabupaten/kota, meliputi Ogan Komering Ilir, OKU Selatan, Ogan Ilir, OKU Timur, Muara Enim, Empat Lawang, Musi Rawas, dan Musi Banyuasin.

"Kami imbau masyarakat terus memantau perkembangan cuaca melalui BMKG agar bisa mengetahui kondisi terkini karena cuaca mendadak berubah," kata Wandayantolis.

Baca juga artikel terkait CUACA EKSTREM atau tulisan lainnya dari Irwanto

tirto.id - Flash News
Kontributor: Irwanto
Penulis: Irwanto
Editor: Mochammad Fajar Nur