tirto.id - Media sosial, khususnya platform Threads, belakangan dihebohkan oleh gelombang keluhan warganet yang mendapati total tagihan listrik mereka membengkak secara drastis hingga dua kali lipat, kendati volume pemakaian diklaim stabil seperti bulan-bulan sebelumnya.
Salah satu keluhan tersebut dibagikan oleh pengguna media sosial yang merasa heran lantaran tagihan bulanan mereka melonjak dari kisaran Rp850 ribu hingga Rp900 ribu menjadi Rp1,7 juta.
"Dear PLN yth, ini tagihan listrik saya kenapa naik 2x lipat ya. Seharusnya saya bayar tuh Rp 850-900rb/bulan... Kenapa ketika saya mau bayar nebus 1,7 juta," tulis salah satu akun di Threads.
Dalam berbagai unggahan serupa, sebagian warga bahkan turut menandai akun resmi kepresidenan serta kementerian terkait agar lonjakan tagihan yang dinilai janggal ini segera diusut.
Menanggapi keresahan luas tersebut, PT PLN (Persero) memastikan tidak ada penyesuaian atau kenaikan tarif tenaga listrik.
“Terkait ramainya informasi yang beredar di media sosial mengenai keluhan kenaikan tagihan listrik, PT PLN (Persero) menegaskan bahwa tidak ada kenaikan tarif listrik,” terang Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PT PLN (Persero), Gregorius Adi Trianto, dalam pernyataan tertulis kepada media, Selasa (3/11/2026).
Gregorius memaparkan, kebijakan tarif dasar listrik saat ini tetap merujuk pada ketentuan yang digariskan pemerintah, yakni Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024 tentang Tarif Tenaga Listrik yang Disediakan oleh PT PLN (Persero).
Struktur tarif untuk periode triwulan IV (Oktober–Desember) 2026 dipastikan tidak mengalami perubahan harga dari periode sebelumnya.
Lonjakan tagihan yang dirasakan sebagian pelanggan murni dipicu oleh faktor teknis eksternal dan dinamika pola konsumsi di tingkat rumah tangga.
Faktor-faktor pemicu tersebut meliputi anomali cuaca, kenaikan suhu lingkungan, serta meningkatnya intensitas aktivitas di rumah sehingga durasi pemakaian perangkat elektronik bertenaga listrik ikut melonjak.
“Hal ini dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti kondisi cuaca, kenaikan suhu ataupun meningkatnya aktivitas di rumah yang menyebabkan peningkatan penggunaan peralatan listrik pelanggan sehari-hari,” kata Gregorius.
Guna memantau transparansi penggunaan energi secara mandiri, PLN menyarankan seluruh pelanggan, baik layanan prabayar maupun pascabayar, untuk memanfaatkan fitur riwayat pemakaian secara berkala melalui aplikasi PLN Mobile.
Pelanggan juga diingatkan agar senantiasa mengedepankan aspek keamanan dan efisiensi dalam menggunakan energi listrik di ruang domestik, termasuk melakukan pengecekan instalasi secara berkala.
“Selain itu, PLN juga terus mengimbau pelanggan untuk menggunakan listrik secara aman dan bijak, antara lain dengan memeriksa instalasi dan peralatan listrik di dalam rumah secara berkala serta mencabut perangkat elektronik yang tidak digunakan agar konsumsi energi tetap terkendali,” tutup Gregorius.
Penulis: Mukhtar Abdullah
Editor: Mochammad Fajar Nur
Masuk tirto.id







































