tirto.id - Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Bromo berujung tragedi memilukan. Sebanyak tiga orang petugas pemadam dilaporkan gugur dan tiga lainnya menderita luka bakar serius setelah terjebak di tengah kepungan asap pekat dan kobaran api di kawasan Mentigen, Cemorolawang, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (15/10/2026).
Kejadian ini bermula ketika pihak pengelola kawasan mendapati laporan munculnya titik api pada pagi hari. Sejumlah personel gabungan dikerahkan ke area lokasi untuk mengantisipasi agar api tidak meluas dan merusak kawasan konservasi.
"Pagi tadi sih sudah ada info kebakaran. Nah makanya beliau-beliau menuju ke TKP, para petugas yang sekarang jadi korban itu," kata Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama, saat dikonfirmasi wartawan.
Tiga korban meninggal dunia teridentifikasi diantaranya yaitu Sukaris (55) petugas dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), serta dua orang petugas keamanan dari penginapan Artotel bernama Sefril dan Wisnu. Korban tersebut, ditemukan saat proses pemadaman di tengah kepungan asap dan api.
"Ditemukan meninggal dunia sekitar pukul 13.30 WIB," ujarnya.
Lokasi kebakaran tersebut diketahui berada tidak jauh dari kawasan penginapan Artotel, tempat kedua korban sekuriti bekerja. Keduanya turut membantu proses pemadaman lantaran titik kebakaran berbatasan langsung dengan area tempat mereka bertugas. Salah satu petugas bahkan diketahui pernah mengikuti pelatihan pemadaman kebakaran dari Manggala Agni.
"Kebakarannya di kawasan di daerah Mentigen. Mentigen kan paling dekat dengan Artotel, Mas, posisinya," katanya.
Selain itu, insiden tragis ini juga mengakibatkan tiga orang lainnnya harus mendapatkan penanganan medis darurat akibat menderita luka bakar.
Di antaranya yaitu Munawi yang merupakan personel Masyarakat Peduli Api (MMP TLP), Hendra Rony W personel TNBTS, serta Suraji yang bekerja sebagai sekuriti di Artotel.
"Untuk saat ini masih ada satu petugas TNBTS, satu Masyarakat Peduli Api, kemudian ada satu lagi security dari Artotel, itu dilarikan ke Rumah Sakit Tongas karena terkena luka bakar," pungkasnya.
Polres Probolinggo segera mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Sementara itu, jenazah para korban yang meninggal dunia saat bertugas berada di tempat kejadian untuk sementara waktu guna mendukung proses pengumpulan barang bukti.
"Jadi, untuk sekarang posisi korban meninggal dunia masih di TKP, masih olah TKP oleh Kepolisian Probolinggo," tandasnya.
Hingga kini, penyebab pasti meninggalnya ketiga korban masih didalami oleh pihak kepolisian. Proses identifikasi diharapkan dapat mengungkap secara menyeluruh kronologi peristiwa karhutla tersebut.
Penulis: Muhammad Irvan Aditya Sudarwanto
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id


































