Menuju konten utama

Sosok Yuliana Sagala, Eks Wakajati Babel Kini Tutup Usia

Mantan Wakil Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung, Yuliana Sagala, meninggal karena sakit. Ia perempuan dengan beragam capaian. Simak profilnya.

Sosok Yuliana Sagala, Eks Wakajati Babel Kini Tutup Usia
Mantan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Bangka Belitung, Yuliana Sagala, meninggal dunia. (Instagram/@yulianasagala)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Yuliana Sagala, eks Wakil Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Kepulauan Bangka Belitung (Babel), meninggal dunia pada Senin (26/10/2026). Ia meninggal pada usia 50 tahun setelah dilaporkan menjalani perawatan medis. Berikut bagaimana sosok Yuliana Sagala dikenal sepanjang hidupnya.

Kabar duka tersebut sebelumnya telah dikonfirmasi Kejati Babel melalui unggahan akun Instagram resmi mereka pada Senin. Dalam unggahan itu, pihak Kejati Babel menyebut Yuliana meninggal dunia pada 26 Oktober.

“Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan penghiburan,” tulis keterangan Kejati Babel.

Profil Yuliana Sagala dan Rekam Jejaknya

Yuliana Sagala selama ini dikenal sebagai jaksa perempuan dengan rekam jejak yang cukup panjang sebagai aparat penegak hukum. Di dunia penegakan hukum yang didominasi lelaki, Yuliana menjadi salah satu perempuan yang berhasil menembus jajaran pimpinan kejaksaan.

Yuliana, yang lahir pada 28 Juli 1976, merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Trisakti. Gelar sarjana bidang hukum itu kemudian mengantarkannya jadi jaksa.

Setelah menyandang tugas sebagai jaksa, Yuliana kemudian mengembangkan kariernya seiring waktu. Hingga akhirnya ia mengembuskan napas terakhirnya, Yuliana tercatat pernah mengemban berbagai posisi di lingkungan kejaksaan.

Jauh sebelum kini dikenal sebagai Wakajati Babel, Yuliana pernah bertugas sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lampung Utara. Ia lantas berganti posisi sebagai Kepala Bagian Tata Usaha pada Sekretariat Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen.

Yuliana lantas mendapatkan promosi sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Denpasar, Bali, pada 2021. Kariernya lalu berkembang lagi sebagai Asisten Pembinaan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta hingga koordinator pada jaksa Agung Muda intelijen Kejaksaan Agung.

Sampai akhirnya Yuliana dipercaya sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Banten pada 2024. Setahun kemudian, atau Oktober 2025, ia digeser menjadi Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung. Saat itu ia dilantik sebagai pejabat eselon II.

Setelah menjadi Wakajati Babel, karier Yuliana bergeser kembali setelah ditarik menjadi koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen. Namun, kesehatan Yuliana belakangan menurun.

Yuliana sempat dilaporkan tengah menjalani pengobatan karena kondisi medis berkepanjangan yang ia derita. Hingga akhirnya ia mengembuskan napas terakhirnya pada Senin, 26 Oktober 2026.

Kabar duka tersebut kini turut jadi perhatian publik lantaran Yuliana termasuk jaksa yang turut menggunakan media sosial sebagai cara membangun reputasinya. Ia dikenal memiliki puluhan ribu pengikut di media sosial dan kerap membagikan aktivitas kejaksaan melalui kanal tersebut.

Baca juga artikel terkait KEJAKSAAN atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar