Sejarah Perkabaran Injil di Papua

undefined
undefined
undefined
undefined
undefined
undefined
undefined
undefined
undefined
undefined
undefined
undefined
undefined
undefined
Memang keistimewaan ini bukan pada panorama alamnya melainkan sisi sejarahnya. Mansinam adalah saksi bisu kedatangan misionaris untuk mengabarkan kabar baik dalam Injil dan mengajarkan budaya dan tata cara hidup modern kepada penduduk lokal yang masih tergolong primitif.
14 September 2016
Mansinam, adalah pulau kecil di Teluk Doreh di wilayah ibukota Papua Barat, dapat ditempuh sekitar 20 menit dengan kapal nelayan dari pantai Kwawi kota Manokwari. Tidak ada yang istimewa dengan pulau berpenduduk sekitar 800 jiwa ini. Ratusan pohon kelapa yang menghiasi pinggir pantai berpasir putih dan berbukit hijau menjadi pemandangan biasa dijumpai di Mansinam.

Memang keistimewaan ini bukan pada panorama alamnya melainkan sisi sejarahnya. Mansinam adalah saksi bisu kedatangan misionaris untuk mengabarkan kabar baik dalam Injil dan mengajarkan budaya dan tata cara hidup modern kepada penduduk lokal yang masih tergolong primitif.

Pada tanggal 5 Februari 1855, misionaris Jerman Carl Wilhelm Ottouw dan Johann Gottlob Geissler menginjakkan kaki di pulau Mansinam setelah sebelumnya melakukan ekspedisi pelayaran dan singgah di Batavia, Makasar, serta Ternate. Peninggalan bersejarah terkait keberadaan Ottouw-Geissler yang dapat ditemui di Pulau Mansinam adalah sebuah salib tugu peringatan masuknya Injil di tanah Papua.

Sisa peninggalan bangunan gereja yang kini tinggal pondasi yang dulu pertama dibangun oleh Ottouw-Geissler pun masih dapat dilihat. Terdapat juga sebuah sumur tua yang dibuat Ottouw-Geissler sebagai sumber air bagi seluruh penduduk pulau yang hingga kini masih tetap digunakan.

Daya tarik lainnya adalah Patung Yesus Kristus setinggi 30 meter, yang pembangunannya digagas pemerintah Indonesia sebagai bentuk penghargaan terhadap sejarah peradaban Papua di Mansinam. Patung yang sekilas mirip patung Yesus di Rio de Janeiro, Brazil, selesai pada tahun 2014 lalu.

Biasanya Pulau Mansinam dipadati pengunjung dari seluruh wilayah dan di luar papua untuk memperingati perkabaran injil tanggal 5 Februari setiap tahunnya.

Foto dan Teks: Yulius Satria Wijaya

Editor: Taufik Subarkah
DarkLight