Menuju konten utama

Amunisi & Senpi di Markas Kelompok Sipil Bersenjata Papua Disita

Satgas ODC berhasil menyita berbagai benda yang diduga milik kelompok sipil bersenjata Kodap VIII Soanggama. Benda itu termasuk 559 selongsong peluru.

Amunisi & Senpi di Markas Kelompok Sipil Bersenjata Papua Disita
Barang bukti senpi dan amunisi yang disita Satgas ODC dari markas kelompok sipil bersenjata./Dokumentasi Satgas ODC
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 Sektor Intan Jaya melakukan penyitaan terhadap 559 selongsong peluru kaliber 5,56 mm saat melakukan penindakan di honai yang menjadi tempat persembunyian kelompok sipil bersenjata Kodap VIII Soanggama. Honai ini berada di kawasan hutan sekitar perbatasan Kampung Kulindigi dan Kampung Bulage, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.

"Honai yang ditemukan berada di tengah hutan dengan kondisi yang menyatu dengan lingkungan sekitarnya. Pepohonan, tumbuhan, dan tanah di sekitar lokasi membuat bangunan tersebut tersamarkan sehingga tampak menyerupai bunker," ucap Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Yusuf Sutejo, dalam keterangan tertulis, Minggu (18/10/2026).

Yusuf menerangkan, dalam pemeriksaan di lokasi, personel menemukan sejumlah barang yang diduga ditinggalkan oleh kelompok tersebut. Mulai dari 559 selongsong peluru kaliber 5,56 mm; 2 set senapan dalam kondisi terurai; 1 popor senapan; 1 laras senapan; sejumlah komponen senapan dan 3 pompa tangan senapan; 1 bilah pisau karambit yang menyerupai bulan sabit; 1 bendera Bintang Kejora; sejumlah dokumen identitas dan dokumen pribadi; 1 dokumen laporan TPNPB Kodap XIX Kemabu Intan Jaya yang ditujukan kepada Batalyon Uwia; 1 buku catatan berstempel TPNPB Batalyon Bula Kompi Senapan A Tanah Merah Kodap VIII Intan Jaya; 1 buku catatan yang memuat informasi transaksi jual beli amunisi; sejumlah barang elektronik; serta 1 noken dan 1 jaket berwarna hitam-merah.

Setelah pemeriksaan dan pendataan selesai, kata Yusuf, personel melakukan pemusnahan terhadap honai yang diduga digunakan sebagai tempat persinggahan atau persembunyian KKB. Langkah tersebut dilakukan guna mencegah lokasi itu kembali dimanfaatkan untuk tujuan serupa.

“Setelah dilakukan pemeriksaan dan pendataan terhadap lokasi serta barang-barang yang ditemukan, honai yang diduga digunakan sebagai tempat persinggahan atau persembunyian tersebut kemudian dimusnahkan. Langkah ini dilakukan untuk mencegah agar tempat tersebut tidak kembali dimanfaatkan untuk aktivitas kelompok bersenjata. Seluruh tindakan di lapangan dilaksanakan dengan mempertimbangkan situasi keamanan dan sesuai prosedur yang berlaku,” tutur dia.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Faizal Ramadhani, menambahkan bahwa setiap barang dan dokumen yang ditemukan harus diperiksa secara cermat sebelum disimpulkan keterkaitannya dengan dugaan tindak pidana.

“Setiap barang dan dokumen yang ditemukan harus diperiksa secara cermat untuk memastikan keterkaitannya dengan dugaan tindak pidana. Kami mengedepankan proses penegakan hukum yang profesional, sesuai prosedur, dan berdasarkan bukti yang terverifikasi,” ungkap dia.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Adarma Sinaga, mengimbau masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan dengan menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas kelompok sipil bersenjata. Dia menegaskan, setiap informasi akan ditindaklanjuti sesuai prosedur dengan tetap menjaga kerahasiaan identitas pemberi informasi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas KKB. Setiap informasi yang disampaikan akan kami tindak lanjuti sesuai prosedur, dan kami berkomitmen menjaga kerahasiaan identitas masyarakat yang memberikan informasi. Dukungan masyarakat sangat penting untuk membantu menjaga keamanan dan ketertiban bersama,” ucap Adarma.

Adarma menekankan, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 terus melakukan penelusuran di berbagai sektor, terutama di wilayah yang dinilai rawan dan diduga menjadi lokasi persembunyian kelompok bersenjata. Masyarakat pun diimbau untuk segera menyampaikan informasi yang relevan kepada Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz atau kepolisian setempat agar dapat ditindaklanjuti secara tepat dan bertanggung jawab.

Menjaga keamanan dan ketertiban, kata Adarma, merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi antara aparat keamanan dan seluruh elemen masyarakat. Melalui kerja sama dan kepedulian bersama, kata dia, situasi yang aman dan kondusif di wilayah Intan Jaya diharapkan dapat terus terjaga, sejalan dengan semangat bahwa polisi hadir bersama masyarakat untuk menjaga keamanan dan kedamaian.

Baca juga artikel terkait SATGAS atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Ilham Choirul Anwar