Menuju konten utama

Profil Denis Manturov, Wakil PM Rusia yang Dijamu Prabowo

Siapa Denis Manturov, Wakil Perdana Menteri Pertama Rusia, yang dijamu Presiden Prabowo Subianto di Istana Bogor?

Profil Denis Manturov, Wakil PM Rusia yang Dijamu Prabowo
Wakil Perdana Menteri Pertama Rusia Denis Manturov. Doc: government.ru
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto menjamu Wakil Perdana Menteri Pertama Rusia Denis Manturov di Istana Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (16/10/2026). Pertemuan tersebut dilanjutkan dengan resepsi dan jamuan makan malam bersama jajaran Kabinet Merah Putih serta sejumlah pejabat Indonesia dan Rusia.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Syahganda Nainggolan menjelaskan bahwa acara tersebut merupakan jamuan resmi untuk tamu negara, bukan rapat kabinet. Dalam kesempatan itu, Prabowo memperkenalkan para anggota kabinetnya kepada Manturov.

Lantas, siapa Denis Manturov, pejabat tinggi Rusia yang berkunjung ke Indonesia tersebut?

Denis Valentinovich Manturov merupakan pejabat senior pemerintah Rusia yang menjabat Wakil Perdana Menteri Pertama sejak Mei 2024. Penunjukannya ditetapkan melalui Keputusan Presiden Rusia Nomor 370 tertanggal 14 Mei 2024.

Posisi Wakil Perdana Menteri Pertama menempatkannya di jajaran pimpinan pemerintahan Rusia yang dipimpin Perdana Menteri Mikhail Mishustin. Sebelum menduduki jabatan tersebut, Manturov menjabat Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rusia. Ia memimpin kementerian itu sejak 2012 hingga 2024, dan membuat kariernya erat dengan kebijakan industri, perdagangan, pengembangan teknologi, dan kapasitas produksi Rusia.

Latar Belakang Pendidikan Denis Manturov

Manturov lahir pada 23 Februari 1969 di Murmansk, Rusia. Ia menempuh pendidikan di Universitas Negeri Moskow atau Lomonosov Moscow State University dan meraih gelar kandidat ilmu ekonomi.

Pendidikan dan pengalaman profesionalnya menjadi bagian dari perjalanan karier yang kemudian membawanya ke sejumlah posisi strategis di sektor industri dan pemerintahan.

Sebelum menjadi pejabat tinggi pemerintah, Manturov juga memiliki pengalaman di lingkungan perusahaan industri, termasuk industri penerbangan dan manufaktur.

Karier Manturov di pemerintahan berkembang melalui sejumlah jabatan yang berkaitan dengan industri dan perdagangan.

Ia mulai menempati posisi di lingkungan kementerian yang menangani industri dan energi pada 2007. Setahun kemudian, ia melanjutkan karier di Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Rusia.

Pada 2012, Manturov diangkat menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan. Ia mempertahankan jabatan tersebut selama sekitar 12 tahun, termasuk ketika pemerintahan Rusia mengalami pergantian kepemimpinan.

Kemudian, satu dekade setelahnya pada Juli 2022, Manturov mendapat tambahan tanggung jawab sebagai Wakil Perdana Menteri, sekaligus tetap memimpin kementerian tersebut. Dua tahun kemudian, tepatnya pada Mei 2024, ia diangkat menjadi Wakil Perdana Menteri Pertama Rusia.

Salah satu bidang yang menonjol dalam portofolio Manturov adalah pengembangan industri dan teknologi. Pada April 2026, portal resmi Pemerintah Rusia memberitakan bahwa Manturov memimpin dewan pengawas sebuah yayasan yang berkaitan dengan pengembangan pusat inovasi ilmiah dan teknologi, Mendeleev Valley.

Program tersebut mencakup pengembangan klaster pengolahan logam, riset ilmiah, teknologi, dan penguatan rantai produksi di dalam negeri.

Sebagai informasi, kunjungan Manturov berlangsung ketika hubungan Indonesia dan Rusia tengah didorong melalui kerja sama strategis di berbagai sektor. Sebelumnya, Prabowo bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pada April 2026. Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin membahas peluang memperkuat hubungan bilateral dan kerja sama di sejumlah bidang.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Syahganda Nainggolan menyebut Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas hubungan historis Indonesia dan Rusia serta perkembangan kerja sama kedua negara, termasuk dalam perdagangan dan transfer teknologi.

"Berbagai hubungan transfer teknologi dan perdagangan semakin membaik," kata Syahganda mengungkap poin-poin sambutan Presiden, seperti dikutip Antara.

Baca juga artikel terkait RUSIA atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Flash News
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana