Menuju konten utama

Airlangga Temui Manturov, Bahas Kerja Sama Ekonomi dengan Rusia

Pertemuan itu berfokus membahas kemitraan antarpelaku usaha hingga penjajakan kolaborasi di sektor perkapalan dan kedirgantaraan.

Airlangga Temui Manturov, Bahas Kerja Sama Ekonomi dengan Rusia
Pertemuan Bilateral Airlangga Hartarto dengan HE Denis Manturov di Swissbell Hotel Bogor, Jumat (16/10/2026). foto/Dok. EKON
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia, Denis Manturov, di Bogor, Jawa Barat, Jumat (16/10/2026).

Pertemuan itu fokus membahas kemitraan antarpelaku usaha, peningkatan kapasitas industri nasional, hingga penjajakan kolaborasi di sektor perkapalan dan kedirgantaraan.

Melalui pertemuan tersebut, Airlangga mendorong penguatan kerja sama ekonomi dan industri kedua negara melalui peningkatan kemitraan antarpelaku usaha, perluasan peluang investasi, serta penjajakan kerja sama teknologi dan pengembangan kapasitas industri.

Kedua pihak juga membahas berbagai langkah untuk memperkuat kerja sama di sektor strategis, khususnya industri perkapalan dan penerbangan, guna mendorong peluang kolaborasi industri antara kedua negara.

“Indonesia dan Rusia memiliki potensi besar untuk terus memperkuat kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan," ucapnya dalam keterangan resmi, Sabtu (17/10/2026).

"Kami berkomitmen untuk mendorong peningkatan perdagangan dan investasi, memperluas kemitraan antarpelaku usaha, serta memastikan berbagai peluang kerja sama dapat ditindaklanjuti menjadi langkah-langkah konkret yang memberikan manfaat bagi kedua negara,” lanjut Airlangga.

Sementara itu, Manturov menyatakan pentingnya penguatan hubungan antarpelaku usaha sebagai faktor utama dalam memperluas kerja sama perdagangan dan ekonomi kedua negara.

Kata dia, membangun kontak bisnis merupakan faktor kunci dalam memperluas hubungan perdagangan dan ekonomi.

"Perusahaan-perusahaan kami menghadiri pertemuan business-to-business (B2B) dengan mitra potensial Indonesia, serta forum bisnis dengan sesi tematik mengenai perdagangan, investasi, dan kerja sama industri," DPM Manturov.

Lebih lanjut, kedua pihak juga membahas perkembangan Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA). Perjanjian ini diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk unggulan Indonesia, seperti minyak kelapa sawit, kopi, kakao, tekstil, dan furnitur, serta memperkuat hubungan perdagangan dengan negara-negara anggota EAEU.

Saat ini, proses ratifikasi perjanjian tersebut telah mendekati tahap penyelesaian. Kedua pihak berharap seluruh prosedur yang diperlukan dapat diselesaikan sebelum akhir 2026, sehingga perjanjian dapat segera berlaku efektif (Entry into Force/EIF) dan memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha kedua negara.

Sebagai catatan, pertemuan Airlangga-Manturov juga merupakan tindak lanjut dari pertemuan Presiden RI, Prabowo Subianto, dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di Vladivostok Rusia, pada September 2026, serta hasil Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-14 RI-Rusia di Kazan Rusia, pada Mei 2026.

Perlu diketahui, hubungan perdagangan Indonesia dan Rusia terus menunjukkan perkembangan positif. Pada 2025, total perdagangan kedua negara mencapai USD4,84 miliar, meningkat sekitar 21,6% dibandingkan 2024 yang tercatat sebesar USD3,98 miliar. Komoditas seperti minyak kelapa sawit, kopi, kakao, produk pertanian, dan pupuk menjadi bagian penting dalam hubungan perdagangan kedua negara.

Baca juga artikel terkait PEMERINTAHAN PRABOWO-GIBRAN atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Andrian Pratama Taher