Menuju konten utama

Polisi Usut Dugaan Penipuan Seleksi PJLP Damkar di Jakarta Timur

Dalam perkara ini, korban diduga mengalami kerugian Rp70 juta setelah dijanjikan bantuan untuk lolos seleksi.

Polisi Usut Dugaan Penipuan Seleksi PJLP Damkar di Jakarta Timur
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, saat memberi keterangan kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (23/10/2026). tirto.id/Hanang Septioyudho
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Polda Metro Jaya sedang mengusut dugaan penipuan terkait seleksi Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) di pemadan kebakaran (Damkar). Dalam perkara ini, korban diduga mengalami kerugian Rp70 juta setelah dijanjikan bantuan untuk lolos seleksi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada 24 September 2025 di kawasan Matraman, Jakarta Timur.

Terlapor berinisial AS diduga menawarkan bantuan kepada pelapor agar dapat lolos seleksi dengan imbalan uang tunai.

“Terlapor ini Saudara AS diduga menawarkan bantuan untuk meloloskan pelapor dalam seleksi Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) di satu instansi pemerintah di wilayah DKI," kata Budi di Polda Metro Jaya, Jumat (23/10/2026).

Budi menjelaskan pelapor telah menyerahkan uang tunai sebesar Rp70 juta kepada terlapor. Namun, pelapor tidak diterima dalam seleksi tersebut sekali pun terdapat perjanjian tertulis.

Dia menyebut dugaan tindak pidana tersebut disangkakan dengan Pasal 492 dan Pasal 486 KUHP.

Saat ini, polisi masih memeriksa sejumlah saksi untuk mendalami perkara tersebut. Pada Jumat (23/10/2026), penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap tiga orang berinisial MZ, YP, dan AS yang dilanjutkan dengan gelar perkara.

Budi mengatakan Polda Metro Jaya akan menyampaikan perkembangan penanganan kasus tersebut. Dia juga meminta masyarakat tidak mengaitkan dugaan tindak pidana yang dilakukan seseorang dengan institusi atau keluarganya.

"Kita tidak boleh mengaitkan seseorang dengan institusi, seseorang dengan keluarga," ujar Budi.

Dia menegaskan, Polda Metro Jaya berkomitmen menangani perkara secara profesional dan transparan.

"Rekan-rekan percayalah Polda Metro Jaya akan selalu transparan dan akuntabel kepada teman-teman apabila ingin mengetahui perkembangan suatu perkara," pungkas Budi.

Sebelumnya, seorang warga berinisial W mengaku menjadi korban dugaan penipuan lowongan kerja petugas Damkar DKI Jakarta. Dia mengaku telah menyerahkan uang Rp70 juta setelah dijanjikan dapat diterima bekerja sebagai petugas Damkar.

W mengatakan tawaran tersebut berawal dari perbincangannya dengan seorang rekan yang bekerja sebagai guru di salah satu sekolah dasar negeri (SDN) di Kramat Jati. Rekannya itu mengaku mengenal pihak Damkar dan menawarkan bantuan agar W dapat lolos seleksi.

“Akhirnya, guru itu juga mengenalin saya sama pihak Damkarnya itu. Katanya bisa untuk ke bawah buat ngelolosin dan pada akhirnya ya saya setuju," ujar W kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Timur, Senin (28/9/2026).

W mengaku sebelumnya pernah mengikuti seleksi Damkar pada 2018-2019, tetapi gagal. Dia kemudian kembali mencoba untuk mendapat pekerjaan itu melalui bantuan rekannya. Namun, pekerjaan yang dijanjikan tak kunjung terealisasi.

"Tahu-tahunya dana segede itu sama dia cuma janji-janji doang, bilang katanya masuk, sampai saat ini tidak masuk," kata W.

Baca juga artikel terkait KASUS PENIPUAN atau tulisan lainnya dari Hanang Septioyudho

tirto.id - Flash News
Reporter: Hanang Septioyudho
Penulis: Hanang Septioyudho
Editor: Fadrik Aziz Firdausi