Menuju konten utama

Petani di Musi Banyuasin Ditemukan Tewas, Luka Parah di Kepala

Polisi masih menyelidiki penyebab kematian korban setelah mencuat dugaan pembunuhan.

Petani di Musi Banyuasin Ditemukan Tewas, Luka Parah di Kepala
Petani wanita ditemukan tewas dengan luka parah di kepala di Musi Banyuasin, Sumsel, Kamis (6/11/2026) malam. (FOTO/Humas Polres Musi Banyuasin)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Seorang petani wanita, RH (49), ditemukan tewas dengan luka parah di bagian kepala. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian korban setelah mencuat dugaan pembunuhan.

Korban ditemukan terlungkup di kebun sawit di Jembatan 3, Jalan Selarai, Kelurahan Balai Agung, Sekayu, Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, Kamis (5/11/2026) pukul 23.30 WIB. Lokasi penemuan korban itu cukup jauh dari tempat tinggalnya di Desa Lumpatan II, Sekayu.

Korban ditemukan melalui operasi pencarian yang dilakukan tim gabungan dari kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), perangkat desa, dan masyarakat setempat. Pencarian itu dilakukan lantaran korban tak kunjung pulang setelah berangkat ke kebun untuk menyadap karet pagi harinya.

Tim pencari kaget menemukan sosok mencurigakan di bawah pohon. Saat didekati, sosok itu ternyata adalah RH. Lokasi itu adalah jalan yang biasa dilewati korban saat pergi-pulang dari kebun.

Polisi lantas melakukan olah TKP. Petugas juga menemukan pahat untuk menyadap karet sejauh 7 meter dan sandal korban yang berjarak sekitar 12 meter.

Untuk pemeriksaan, jenazah RH dievakuasi ke RSUD Sekayu. Dari pemeriksaan fisik luar, ditemukan banyak luka robek di tubuhnya. Luka terparah terdapat di bagian kepala korban.

Kasi Humas Polres Musi Banyuasin, AKP S. Hutahaean, mengungkapkan luka yang diderita korban diduga akibat senjata tajam. Penyidik perlu melakukan penyelidikan lebih lanjut karena adanya dugaan tindak pidana pembunuhan.

"Banyak luka di tubuh korban, terutama di bagian belakang kepala diduga akibat senjata tajam. Karena itu, kami masih lakukan lidik," ungkap Hutahaean, Jumat (6/11/2026).

Dari keterangan keluarga, tidak ada perilaku mencurigakan dari korban sebelum kejadian. Korban sempat pamit untuk menyadap karet pagi harinya yang biasa dia lakukan setiap hari sebagai petani.

"Menjelang siang biasanya sudah sampai rumah, tapi sampai sore tak pulang-pulang. Dari situ kecurigaan keluarga terjadi apa-apa dengan korban," kata dia.

Kematian korban yang tak wajar tersebut menjadi atensi kepolisian untuk mengungkapnya. Sejumlah saksi tengah dimintai keterangan dan mengamankan barang bukti di TKP sebagai petunjuk awal.

Baca juga artikel terkait KASUS KEMATIAN atau tulisan lainnya dari Irwanto

tirto.id - Flash News
Kontributor: Irwanto
Penulis: Irwanto
Editor: Fadrik Aziz Firdausi