STOP PRESS! Masyarakat Diminta Waspadai Ransomware Petya

Opera Ikan Asin, Ketika Bandit Jadi Pahlawan

01 Maret, 2017

Teater Koma mementaskan "Opera Ikan Asin" di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Rabu, (1/2). Pementasan tersebut digelar untuk merayakan 40 tahun Teater Koma berdiri. Tirto.id/Andrey Gromico

Pementasan yang menjadi produksi Teater Koma yang ke-147 ini digelar di Ciputra Artpreneur Jakarta mulai dari tanggal 2 hingga 5 Maret 2017.Tirto.id/Andrey Gromico

Inilah lakon tentang sebuah era yang penuh ketidakjelasan dimana Raja Bandit dijadikan pahlawan oleh masyarakat. Tirto.id/Andrey Gromico

Pentas 'Opera Ikan Asin' bercerita tentang Raja Bandit Batavia, Mekhit alias Mat Piso yang berkehendak menikahi Poli Picum, putri Natasasmita Picum, seorang juragan pengemis se-Batavia. Picum tidak bisa menerimanya.Tirto.id/Andrey Gromico

Natasasmita Picum (tengah), juragan pengemis se-Batavia bersama anak dan istrinya. Tirto.id/Andrey Gromico

Cornelia Agatha berperan sebagai Yeyen Rahmat.Tirto.id/Andrey Gromico

Opera Ikan Asin terbagi dalam dua sesi dengan durasi total dua jam 50 menit. Sesi pertama berlangsung selama satu jam 30 menit, dan dilanjutkan sesi dua selama satu jam 20 menit.Tirto.id/Andrey Gromico

Cornelia Agatha berperan sebagai Yeyen Rahmat, bekas pacar Mekhit yang akhirnya jadi pelacur.Tirto.id/Andrey Gromico

Natasasmita Picum, juragan pengemis se-Batavia .Tirto.id/Andrey Gromico

Opera ini adalah satire yang ditunjukan kepada golongan bangsawan dan penguasa. Tirto.id/Andrey Gromico

Bercerita tentang para petinggi hukum bersahabat dengan para penjahat kakap. Sogok-menyogok adalah sebuah kewajaran. Hukum pun bisa disandera oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan pribadi..Tirto.id/Andrey Gromico

Opera Ikan Asin Disadur dari lakon The Beggar’s Opera karya John Gay dan musik J.C. Pepusch yang dipentaskan tahun 1728 di London .Tirto.id/Andrey Gromico

Teater Koma pertama kali mementaskan lakon ini pada 30 Juli s.d. 8 Agustus 1983 di Teater Tertutup Taman Ismail Marzuki. Dipentaskan lagi 20-21 Agustus 1983 di Graha Bhakti Budaya TIM. Pentas ini digelar lagi 10-24 April 1999 di GBB TIM.Tirto.id/Andrey Gromico

Si Raja Bandit Batavia, Mekhit alias Mat Piso menikahi Poli Picum, tanpa seijin ayahnya, Natasasmita Picum, juragan pengemis se-Batavia.Tirto.id/Andrey Gromico

Kelompok Teater Koma kembali mementaskan 'Opera Ikan Asin' menyambut peringatan hari jadinya yang ke-40 tahun. Teater Koma pertama kali mementaskan lakon ini pada 30 Juli s.d. 8 Agustus 1983 di Teater Tertutup Taman Ismail Marzuki. Dipentaskan lagi 20-21 Agustus 1983 di Graha Bhakti Budaya TIM. Pentas ini digelar lagi 10-24 April 1999 di GBB TIM.

Opera Ikan Asin' sendiri disadur dari lakon The Beggar's Opera karya John Gay dan musik J.C. Pepusch yang dipentaskan pada 1728 di London. Kemudian, diusung lagi lewat lakon Die Dreigroschenoper atau The Threepenny Opera karya Bertolt Brecht dengan komposisi musik dari Kurt Weill dan dipentaskan pertama kali di Theater Schiffbauerdam, Berlin pada 31 Agustus 1928.

Pentas 'Opera Ikan Asin' bercerita tentang Raja Bandit Batavia, Mekhit alias Mat Piso yang berkehendak menikahi Poli Picum, putri Natasasmita Picum, seorang juragan pengemis se-Batavia. Picum tidak bisa menerimanya. Ia lalu menghadap Kartamarma, asisten kepala Polisi Batavia dan mengancam akan melakukan aksi dengan membawa serta para pengemis untuk mengacaukan upacara penobatan Gubernur Jendral yang baru. 

Opera ini adalah satire yang ditunjukan kepada golongan bangsawan dan penguasa. Raja Bandit dijadikan pahlawan oleh masyarakat. Para petinggi hukum bersahabat dengan para penjahat kakap. Sogok-menyogok adalah sebuah kewajaran. Hukum pun bisa disandera oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan pribadi. 

FOTO: Andrey Gromico

Keyword


Opera Ikan Asin, Ketika Bandit Jadi Pahlawan