tirto.id - Penertiban bangunan di pinggir rel kereta terjadi di Jalan Rawajati Barat, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (1/9), berlangsung ricuh. Permukiman mereka digusur oleh pemerintah lantaran tempat yang dihuni merupakan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Karena itu, sejak 2015 Pemerintah Kota Jakarta Selatan telah mengeluarkan surat peringatan kepada warga Rawajati RT 09 RW 04 untuk mengosongkan rumah mereka.
Sebelum pembongkaran, puluhan warga yang rumahnya akan dibongkar melakukan sholat gaib. "Ya Allah kami mohon, kepada siapa lagi saya memohon," Teriak salah satu warga.
Tepat pukul 7 pagi, ratusan aparat gabungan lengkap dengan tameng, tongkat, dan atributnya menerobos masuk ke pemukiman warga. Saat hendak masuk, aparat dihadang ratusan warga. Alhasil, warga dan aparat pun saling beradu mulut hingga terjadi baku hantam antar keduanya.
Lemparan botol, batu, dan benda keras lainnya tersebut pun dilawan oleh ratusan aparat. Warga yang kalah jumlah berhasil dipukul mundur oleh ratusan Satpol PP. Para wanita dan anak kecil yang berusaha menyelamatkan diri pun histeris dan menangis. Setelah berhasil dipukul mundur oleh ratusan Satpol PP tersebut, dua mobil eskavator mulai mengeksekusi satu persatu bangunan yang berada di pinggir rel kawasan Rawajati.
Sejumlah warga di puing reuntuhan berjalan sembari berlinangan air mata. Bertemu dengan rekan senasib yang rumahnya telah rata, mereka pun berpelukan meredakan panik, amarah, dan kekesalannya. Atas nama ketertiban dan keindahan, permukiman kumuh, liar, pedagang kaki lima, kaum migran miskin, dan lain sebagainya cepat atau lambat akan menanggung akibatnya: Mereka akan tergusur.
Foto dan teks: Andrey Gromico
Masuk tirto.id
































