Masa Depan Suram Gareth Bale di Real Madrid

Oleh: Renalto Setiawan - 26 April 2019
Dibaca Normal 2 menit
Madrid ingin menjual Gareth Bale pada musim panas 2019. Namun, belum ada satu pun klub yang benar-benar tertarik untuk mendatangkannya.
tirto.id - Saat Zinedine Zidane kembali melatih Real Madrid pada awal Maret 2019, Jonathan Barnett, agen Gareth Bale, menegaskan bahwa Bale "akan tetap berada di Real Madrid selama mereka masih menginginkannya." Namun kini, situasi yang dialami pemain asal Wales itu sangat jelas: Los Blancos ingin menjual Bale demi proyek baru yang diinginkan Zidane.

Setidaknya, AS menulis, "Real Madrid sudah mulai bekerja meraih kesepakatan yang perlu mereka lakukan pada musim panas nanti guna merombak tim seperti yang dijanjikan Florentino Perez terhadap Zidane. Berbagai pergerakan yang dilakukan klub ini sangat jelas, yakni mendatangkan Eden Hazard, Paul Pogba, hingga Luka Jovic. Sementara itu, ada satu nama pemain yang paling menonjol dalam daftar buang: Gareth Bale."

Madrid baru-baru ini memang dikabarkan sedang berupaya keras mencarikan klub baru bagi Bale. Namun, karena harga dan gaji yang kelewat besar, pemain bernomor punggung 11 itu sepi peminat. Menurut AS, karena kontrak Bale di Madrid baru akan habis pada 2022, harga jual Bale saat ini masih berada di kisaran 70 juta euro. Dan seburuk-buruknya, harga jual Bale tak akan berada di bawah 50 juta euro.

Jika tidak ada satu pun klub yang mau merogoh kocek untuk membeli Bale, Madrid tampaknya tak kehilangan akal untuk mendepak mantan bintang Tottenham Hotspur ini. Mereka ingin meminjamkan Bale dengan opsi pembelian. Bagi Madrid, langkah itu bukan hal baru mengingat mereka pernah melakukan opsi serupa terhadap James Rodriguez.

Namun, rencana ini sepertinya juga tidak mudah untuk dilakukan. Bale sepertinya enggan pergi dengan status pinjaman. Saat kabar tersebut semakin santer terdengar, melalui Barnett, Bale kembali menegaskan pernyataan anyar bahwa "ia masih sangat bahagia menjadi bagian dari Madrid."


Di bawah Ekspektasi


Sudah menjadi rahasia umum apabila Zidane dan Bale punya hubungan yang tidak menyenangkan. Setelah menjadi pahlawan Madrid dalam laga final Liga Champions 2018, Bale sempat tidak yakin dengan masa depannya bersama Madrid. Alasan Bale sederhana: ia bukanlah pilihan utama Zidane.

Namun, beberapa saat setelah itu, tepatnya pada akhir Mei 2018, masa depan Bale di Madrid ternyata menjadi terang benderang. Zidane--dan Cristiano Ronaldo--pergi. Dan untuk pertama kalinya sejak berseragam Los Blancos pada awal musim 2013-2014, Bale akan menjadi tulang punggung utama Madrid.

Semula, Bale memang tampak benar-benar bisa diandalkan. Dalam empat laga awal Madrid di liga musim ini, ia mampu mencetak tiga gol dan dua assist. Antonio Romero, komentator pertandingan Madrid di Cadena SER, bahkan memujinya setinggi langit, "Ia melangkah ke depan dengan pasti, dan sekarang, dia akan menjadi kandidat serius peraih Ballon d’Or untuk pertama kalinya."

Sayangnya, penampilan apik Bale tak bertahan lama. Ia hanya mampu menyumbang 4 gol tambahan hingga Februari 2019. Penampilan Madrid juga terus menurun, hingga membuat Julen Lopetegui dan Santiago Solari, pengganti Lopetegui, dipecat.

Bale pun menjadi sasaran tembak: saat Madrid bertanding, ia tak jarang mendapatkan siulan dari para penggemar Madrid. Kulminasinya sendiri terjadi saat Madrid dipermalukan Ajax Amsterdam 1-4 pada pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions Eropa 2019.

Masalah bagi Bale bertambah pelik ketika Madrid memutuskan memanggil kembali Zidane Zidane sebagai juru taktik. Setelah resmi kembali menangani Madrid, saat ditanya tentang masa depan Bale, Zidane memang menjawab sama: ia menjanjikan sebuah perubahan tapi Bale masih dianggap menjadi bagian dari timnya.

Setelah itu, Zidane ternyata memperlakukan Bale seperti pada eranya dulu: dalam tujuh pertandingan liga, Bale hanya menjadi starter empat kali, sekali tidak dimainkan, bermain 9 menit menit saat Madrid meladeni Leganes, dan hanya bermain selama 20 menit saat Madrid bertanding melawan Bilbao.


Solusi dari Valdano


Selama hampir tujuh musim berada di Madrid, Bale memang berhasil memberikan prestasi tak sedikit: satu gelar La Liga (2016-2017), satu gelar Copa del Rey (2013-2014), empat gelar Liga Champions Eropa (2013-2014, 2015-2016, 2016-2017, dan 2017-2018), dan tiga gelar Piala Dunia antarklub (2014, 2017, 2018). Selain itu, dalam beberapa gelar yang diraih Madrid tersebut, ia juga berkontribusi secara langsung.

"Bale layak mendapatkan aplaus panjang ketika pada musim pertamanya, dia mampu mencetak gol luar biasa ke gawang Barcelona, melesat dari luar lapangan dengan menggunakan sepatu yang seakan digerakkan oleh mesin jet untuk mengalahkan Marc Bartra lalu menjebol gawang Barcelona. Golnya yang ke-23 pada musim itu bahkan mampu menghasil La Decima, gelar yang amat didambakan oleh Los Blancos," tulis Matt Dickinson di The Times.

Sayangnya, prestasi Bale itu juga diiringi penampilan angin-anginan, sekaligus cedera yang berkepanjangan. Otot pahanya berkali-kali sobek, engkelnya pernah dioperasi pada 2016, betisnya juga berulang kali bermasalah. Maka, tak heran, jika Zidane tak pernah menaruh harapan besar terhadap mantan pemain Tottenham Hotspur tersebut.

Melihat kondisi ini, Jorge Valdano, salah satu legenda Real Madrid, memberi saran solusi agar Bale laku di pasaran pada musim panas 2019 nanti.

Jika Bale tak mau dipinjamkan, sekaligus agar Madrid bisa mendapatkan tambahan modal belanja guna mendatangkan pemain bidikan, Valdano mengatakan, "Bale harus terus dimainkan jika Madrid ingin menguangkannya. Zidane mempunyai prioritas lain. Ia jelas mencari pemain tambahan untuk musim depan.”

Ide Valdano itu ternyata dijalankan Zidane saat Madrid tandang ke markas Getafe, Jumat (26/4/2019) dini hari tadi. Bersama Brahim Diaz dan Karim Benzema, Bale menjadi starter di lini depan. Sayangnya, Madrid hanya mampu bermain imbang 0-0, dan Bale terpaksa ditarik ke luar pada menit ke-71 karena bermain buruk.

Baca juga artikel terkait LIGA SPANYOL atau tulisan menarik lainnya Renalto Setiawan
(tirto.id - Olahraga)


Penulis: Renalto Setiawan
Editor: Gilang Ramadhan