Kuburan Bajaj Oranye

Meski telah menjadi bangkai rongsok, namun kebanyakan kondisi Bajaj Oranye masih terlihat utuh. tirto.id/Arimacs Wilander
Bajaj Oranye dibiarkan terbengkalai hingga tanaman liar menutupi bentuknya. tirto.id/Arimacs Wilander
Tanaman rambat liar menjalar hingga bagian dalam Bajaj Oranye yang terbengkalai. tirto.id/Arimacs Wilander
Pengendara sepeda melintasi deretan bangkai Bajaj Oranye. tirto.id/Arimacs Wilander
Keduanya sama-sama Bajaj, namun Bajaj warna biru masih eksis hingga kini. tirto.id/Arimacs Wilander
Bajaj Orange tinggal kenangan, digantikan oleh Bajaj Biru yang lebih ramah lingkungan. tirto.id/Arimacs Wilander
Bajaj Orange digantikan Bajaj Biru yang berbahan bakar gas karena dianggap lebih ramah lingkungan. tirto.id/Arimacs Wilander
Gang Makmur, Jakarta Pusat, memang dikenal bengkel Bajaj di Jakarta sekaligus tempat kuburan bagi Bajaj Orange yang sudah terbengkalai. tirto.id/Arimacs Wilander
Deretan bajaj oranye terbengkalai di pinggir jalan Gang Makmur, kawasan Roxy, Jakarta Barat. tirto.id/Arimacs Wilander
13 Maret 2018
Di bilangan Jakarta Barat kawasan Roxy, tepatnya di Gang Makmur terdapat bengkel Bajaj yang sudah menjadi langganan para supir. Namun kawasan ini juga menjadi kuburan bagi bajaj oranye yang sudah berhenti beroperasi. Dari beberapa Bajaj Oranye yang masih tersisa, kondisinya masih relatif utuh meskipun mesinnya tentu sudah tak lagi berfungsi.

Moda transportasi umum beroda tiga berwarna oranye ini memang sudah tak terlihat di jalanan Ibukota. Permerintah DKI Jakarta telah melakukan peremajaan untuk jenis trasnportasi ini dengan mengganti bajaj biru berbahan bakar gas.

Terbengkalainya bajaj oranye tersebut, menarik beberapa orang untuk membeli bangkai bajaj oranye ini sebagai ornamen interior ataupun hanya sekedar koleksi semata. Bajaj Orange yang kondisinya relatif bagus bisa laku hingga 6 juta rupiah.

Foto & Teks: Arimacs Wilander