tirto.id - Helikopter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berjenis Super Puma Eurocopter EC225LP dengan nomor registrasi VH-HGM jatuh di Sungai Barito, Desa Tabatan Baru, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Selatan, pada Minggu (8/11/2026). Heli tersebut sedang digunakan untuk mendukung misi pemadaman karhutla dalam operasi water bombing.
Seturut Antara, heli ini disebut kehilangan kendali ketika berada di atas Sungai Barito. Heli lantas hilang kendali dan jatuh di sungai.
Warga setempat yang mengetahui insiden tersebut segera mendatangi lokasi. Mereka berusaha memberikan pertolongan pada awak helikopter.
Kepala Kantor SAR Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan telah menerima informasi mengenai musibah jatuhnya helikopter ini. Pihaknya tengah melakukan perjalanan menuju lokasi kejadian.
"Saya dalam perjalanan ke lokasi, semua anggota yang tersedia kami kerahkan meluncur ke lokasi, saya sampaikan perkembangan setelah di lokasi," kata I Putu Sudayana yang dikonfirmasi di Banjarmasin, Minggu.
Helikopter tersebut dikontrak BNPB untuk mendukung operasi pemadaman karhutla. Heli ini memiliki nomor seri pabrikan atau Manufacturer Serial Number (MSN) 2878.
Kronologi Jatuhnya Helikopter BNPB di Sungai Barito
Kronologi sementara yang dihimpun dari grup komunikasi kedaruratan dan Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banjarmasin menyebutkan bahwa heli BNPB ini sedang dalam misi pemadaman karhutla. Heli hendak mengambil air dari Sungai Barito pada Minggu (8/11) sekitar pukul 11.58 WITA.
Berdasarkan video amatir, semula heli BNPB turun mendekati Sungai Barito. Hanya saja, pilot tampaknya kehilangan kendali ketika heli bermanuver saat mengambil air memakai bambi bucket. Akhirnya heli tersebut jatuh ke dalam air.
Saat ini tiga kru yang berada di dalamnya berhasil dievakuasi. Mereka adalah Michael John Betteridge dari Australia, Hugh Andrew John asal Selandia Baru, dan Yayan dari Indonesia. Unit heli saat ini juga sudah dievakuasi ke pinggir sungai.
Insiden jatuhnya di Sungai Barito ini menambah daftar heli yang mengalami kecelakaan saat misi pemadaman karhutla. Sebelumnya, heli milik TNI AD berjenis MI-17V5 dengan nomor registrasi HA-4235 juga kecelakaan di wilayah perairan Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Nahas, tiga penumpang dilaporkan gugur.
Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id































