KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam

KRI I Gusti Ngurah Rai-332 dan KRI Oswald Siahaan (OWA) -354 bersiap-siap berlayar untuk melakukan operasi pencarian KRI Nanggala-402 di Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24/4/2021). Pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 difokuskan di laut sebelah utara Bali, yakni sekitar 40 km dari Celukan Bawang, Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali. ANTARA FOTO/Zabur Karuru.
KRI Raden Eddy Martadinata -331 kembali berlayar untuk melanjutkan pencarian KRI Nanggala-402 di Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (25/4/2021). Pencarian KRI Nanggala-402 terkonsentrasi di sembilan titik perairan utara Bali, sekitar 40 Km dari pesisir Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng, Bali. ANTARA FOTO/Zabur Karuru.
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kanan) dan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono (kiri) menunjukkan baju keselamatan awak kapal KRI Nanggala 402 yang ditemukan saat konferensi pers di Lanud I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Minggu (25/4/2021). KRI Nanggala 402 dipastikan tenggelam dan 53 awak kapalnya gugur di perairan utara Bali. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Bagian kapal KRI Nanggala 402 hasil citra Remotely Operated Vehicle (ROV) MV Swift Rescue ditunjukkan saat konferensi pers di Lanud I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Minggu (25/4/2021). KRI Nanggala 402 dipastikan tenggelam dan 53 awak kapalnya gugur di perairan utara Bali. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf.
Warga membawa bunga dan berdoa untuk seluruh awak kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang di perairan utara Pulau Bali saat aksi simpatik di Solo, Jawa Tengah, Minggu (25/4/2021). Aksi simpatik tersebut sebagai dukungan moril dan harapan agar seluruh awak kapal selam KRI Nanggala-402 dapat segera dievakuasi. ANTARA FOTO/Maulana Surya.
Tim pencari menyatakan kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang kontak pada Rabu 21 April 2021 dini hari di perairan Bali sebelah utara menuju fase subsunk alias tenggelam.
25 April 2021
Tim pencari menyatakan kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang kontak pada Rabu 21 April 2021 dini hari di perairan Bali sebelah utara menuju fase subsunk alias tenggelam. Hal ini diputuskan setelah mereka menemukan beberapa barang bukti otentik. KASAL TNI AL Yudo Margono menyebutkan bukti-bukti otentik yang dimaksud, yaitu benda hitam yang merupakan pecahan peluru tabung torpedo, pembungkus pipa pendingin yang pernah diperbaiki di Korea pada 2012, botol berwarna oranye berisi pelumas, alas yang biasa dipakai ABK, hingga spons.

Sebanyak 53 awkl kapal KRI Nanggala-402 telah gugur. Kepastian itu diperoleh setelah hari ini didapati visual bagian-bagian kapal yang telah hancur dari tim pencarian dan penyelamatan.

Hasilnya, ditemukan visual dari kemudi vertikal belakang, jangkar, bagian luar badan tekan, kemudi selam timbul, dan bagian kapal lainnya. Selain itu ditemukan juga baju keselamatan bagi awak kapal, Yudo menjelaskan baju itu semestinya berada di dalam kotak, ia menduga sempat terjadi kedaruratan di dalam kapal sehingga personel mengeluarkan baju itu tetapi terlambat.

Tim pencarian dan penyelamatan KRI Nanggala-402 telah menemukan potongan besar kapal selam tersebut di kedalaman 838 meter perairan Bali utara. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono menyatakan kondisi kapal KRI Nanggala-402 terbelah menjadi tiga bagian.





DarkLight