Menuju konten utama

Kemenhut Selamatkan 232 Satwa Liar dari Karhutla

Pemerintah kini juga memberikan perhatian khusus terhadap penanganan karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting.

Kemenhut Selamatkan 232 Satwa Liar dari Karhutla
Sejumlah anggota tim medis dari YIARI dan BKSDA Kalbar mengevakuasi orang utan jantan dewasa bernama Sampurna yang ditemukan dalam kondisi lemas dan tidak sadarkan diri di perkebunan sawit milik warga di Desa Laman Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Ketapang, Kalimantan Barat, Minggu (30/8/2026). ANTARA FOTO/HO/YIARI/Muffidz Ma'sum/jw/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Kehutanan mencatat pemerintah bersama berbagai unsur masyarakat telah berhasil menyelamatkan sebanyak 232 satwa liar yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 8 Oktober 2026. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dari data sebelumnya per 29 September 2026 yang mencatatkan 202 ekor satwa.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, mengatakan langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menyeimbangkan penanganan keselamatan manusia serta perlindungan kelangsungan hidup satwa liar.

"Kami dari Kementerian Kehutanan tidak hanya fokus melindungi masyarakat, tetapi kami juga fokus untuk menyelamatkan satwa liar yang terdampak dari kejadian kebakaran hutan dan lahan," ujar Ristianto dalam konferensi pers, Rabu (14/10/2026).

Berdasarkan data rincian spesies dan persebaran hingga 8 Oktober 2026, satwa yang berhasil diselamatkan meliputi 76 ekor bekantan (73 ekor di Kalimantan Selatan) dan 71 orangutan (46 ekor di Kalimantan Barat serta 25 ekor di Kalimantan Tengah).

Selain itu, pemerintah juga menyelamatkan 24 ekor trenggiling (12 ekor di Kalimantan Barat, sembilan ekor di Kalimantan Tengah, dan tiga ekor di Sumatera Selatan), 15 ekor monyet ekor panjang, sembilan ekor kukang, serta 37 satwa dari berbagai spesies lainnya seperti lutung, kucing kuwuk, dan ular.

Ristianto mengimbau masyarakat untuk segera melapor melalui layanan darurat 24 jam jika menemukan satwa liar yang membutuhkan pertolongan, yakni di nomor Balai KSDA Kalimantan Barat (0811 577 6767), Balai KSDA Kalimantan Tengah (0811 5218 500), dan Balai KSDA Kalimantan Timur (0821 1333 8181).

Ia juga mengingatkan warga agar tidak melakukan evakuasi secara mandiri mengingat penanganan satwa liar membutuhkan keahlian khusus.

Fokus Pemadaman di Taman Nasional Tanjung Puting

Selain evakuasi satwa, pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap penanganan karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting guna melindungi habitat orang utan dan mencegah perluasan api.

Kementerian Kehutanan telah mengerahkan total 117 personel dari Balai Taman Nasional Tanjung Puting yang diperkuat dengan 10 personel tambahan dari Taman Nasional Karimunjawa dan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Penguatan personel gabungan ini turut melibatkan sekitar 372 orang dari berbagai unsur, yang terdiri atas 175 personel Kodim XXII/Tambun Bungai, 30 personel Polres Kotawaringin Barat, 30 personel BPBD Kotawaringin Barat, serta 112 personel mitra Balai Taman Nasional Tanjung Puting.

Langkah cepat penanganan ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas perhatian khusus dari Presiden Prabowo Subianto terhadap karhutla di wilayah Kalimantan Tengah tersebut.

"Sesuai arahan Bapak Presiden, dalam waktu sesingkat-singkatnya, Kementerian Kehutanan beserta para pihak segera ingin menuntaskan kejadian karhutla di Kalimantan Tengah, khususnya di Taman Nasional Tanjung Puting," pungkas Ristianto.

Baca juga artikel terkait KARHUTLA atau tulisan lainnya dari Muhammad Rayfahd Haykal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Rayfahd Haykal
Penulis: Muhammad Rayfahd Haykal
Editor: Bayu Septianto