tirto.id - Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), mengakui bahwa pada saat kecil, ia diberi nama Mulyono oleh orang tuanya.
Berdasarkan cerita dari ibunya, kata Jokowi, nama Mulyono terpaksa diganti karena ia kerap mengalami sakit.
Pernyataan itu disampaikan Jokowi saat menjawab pertanyaan advokat terdakwa dr. Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa dalam kasus tudingan ijazah palsu di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026).
“Saat itu diceritakan oleh ibu saya namanya Mulyono. Tetapi karena sakit-sakit, kemudian diganti menjadi Joko Widodo,” ujar Jokowi.
Jokowi juga menceritakan karena ia berasal dari keluarga kurang mampu, maka keluarganya tidak sempat mengurus akta kelahirannya pada saat itu.
“Yang Mulia, saya adalah dari keluarga yang tidak mampu, waktu itu kami tidak mengurus akta kelahiran pada saat lahir,” tuturnya.
Sebelumnya, dalam sidang yang sama, Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga sempat bertanya kepada Jokowi apakah dirinya pernah melakukan rekonstruksi wajah sejak tahun 1985.
Jaksa bertanya apakah Jokowi pernah melakukan rekonstruksi wajah karena dalam unggahan Dokter Tifa di media sosial terkait tudingan ijazah palsu, struktur wajah Jokowi sempat dipermasalahkan.
“Terhadap Terdakwa tadi kan membahas mengenai struktur wajah, gigi, tulang, panjang tulang hidung, susunan gusi dan gigi, bentuk rahang, dan sebagainya. Ditanyakan kepada saksi, apakah pernah melakukan rekonstruksi wajah dari semenjak tahun '85 hingga saat ini?” tanya jaksa.
Jokowi kemudian menjawab bahwa ia tidak pernah mengubah struktur wajahnya karena bentuk mukanya tidak pernah berubah sejak dahulu.
“Tidak pernah, Yang Mulia. Muka saya dari dulu sampai sekarang juga seperti ini,” ucap Jokowi.
Penulis: Naufal Majid
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id




























