Indonesia Tetapkan KLB Polio

Petugas kesehatan Puskesmas Ulee Kareng menyiapkan vaksin polio suntik (Inactive Polio Vaccine) untuk anak-anak di Banda Aceh, Aceh, Senin (21/11/2022). - ANTARA FOTO / Irwansyah Putra
Seorang ibu mendaftarkan anaknya untuk menjalani imunisasi polio di Puskesmas Dago, Bandung, Jawa Barat, Senin (21/11/2022). - ANTARA FOTO/ Raisan Al Farisi
Petugas medis menyuntikan vaksin kepada bayi saat Posyandu anak di Desa Alue Raya, Samatiga, Aceh Barat, Aceh, Sabtu (12/11/2022). Posyandu anak dilaksanakan rutin setiap bulan bertujuan untuk memantau perkembangan dan kesehatan anak meliputi pemberian Program Makanan Tambahan (PMT), - ANTARA FOTO/ Syifa Yulinnas
Balita mendapat imunisasi vaksin polio tetes (Oral Poliomyelitis Vaccine) yang diberikan petugas kesehatan Puskesmas Ulee Kareng di Banda Aceh, Aceh, Senin (21/11/2022). - ANTARA FOTO / Irwansyah Putra
Petugas Posyandu Ayeum Mata mengukur tinggi badan anak di Desa Alue Raya, Samatiga, Aceh Barat, Aceh, Sabtu (12/11/2022). Pengukuran tinggi dan berat badan serta pemberian vaksin untuk melindungi anak dari virus polio dan bahaya kelumpuhan. - ANTARA FOTO/ Syifa Yulinnas
Tenaga kesehatan menunjukkan vaksin polio sebelum diberikan kepada seorang balita di Puskesmas Dago, Bandung, Jawa Barat, Senin (21/11/2022). - ANTARA FOTO/ Raisan Al Farisi
Pemerintah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) usai ditemukannya satu kasus polio di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. Peristiwa tersebut menjadi kasus pertama yang ditemukan di Tanah Air usai Indonesia dinyatakan bebas polio pada 2014. - ANTARA
Senin, 21 November 2022 15:05 WIB
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM., MARS mengatakan Indonesia berisiko tinggi untuk penyebaran virus polio.

Pemberian imunisasi polio di Indonesia saat ini menggunakan itu jenis polio tetes BOPV, atau bivalent oral polio vaccine. Vaksin tersebut untuk mencegah virus polio tipe 1 dan 2, yang diberikan selama jangka waktu empat kali per empat bulan melalui oral.

Kemudian pemberian vaksin dikombinasikan dengan Inactive Polio Vaccine (IPV) dalam sediaan injeksi, serta nanti ada booster juga di usia 9 bulan bersamaan dengan pemberian vaksin campak atau rubella.

Virus polio memiliki tiga tipe, dan pasien pertama yang ditemukan di Indonesia tersebut positif mengidap virus polio tipe dua. Anak berusia tujuh tahun itu memiliki gejala kelumpuhan pada kaki kirinya. Dengan ditemukannya kasus polio itu, Indonesia menjadi negara ke-16 yang melaporkan penyakit tersebut.

ANTARA/ Devi Nindy Sari Ramadhan
ANTARA FOTO/ Raisan Al Farisi & Irwansyah Putra

DarkLight