Ikon Pasar Barang Antik Jakarta

Piring, Guci, dan Patung bernuansa Cina. tirto.id/Arimacs Wilander
Ruang-ruang lapak sempit namun penuh barang antik. tirto.id/Arimacs Wilander
Ruang pejalan kaki tetap dijaga. tirto.id/Arimacs Wilander
Memoles barang lama yang baru didapat. tirto.id/Arimacs Wilander
Perkakas kuno berlapis kuningan. tirto.id/Arimacs Wilander
Jam dinding kuno. tirto.id/Arimacs Wilander
Kamera instan Polaroid kuno. tirto.id/Arimacs Wilander
Calon pembeli dalam framing kotak lampu tua. tirto.id/Arimacs Wilander
Menarik perhatian tiap pejalan kaki. tirto.id/Arimacs Wilander
Deretan lapak seukuran kamar dipadati barang-barang antik. Guci dan porcelen kuno bernuansa Cina, arloji atau jam antik, kamera jadul, hingga lampu taman lawas. Masih banyak jenis barang lain yang punya nilai waktu yang belakangan telah usang.
3 Januari 2018
Deretan lapak seukuran kamar dipadati barang-barang antik. Guci dan porcelen kuno bernuansa Cina, arloji atau jam antik, kamera jadul, hingga lampu taman lawas. Masih banyak jenis barang lain yang punya nilai waktu yang belakangan telah usang.

Usang tak berarti tak punya nilai. Barang-barang ini justru punya daya tarik tersendiri bagi seorang kolektor ataupun penggemar barang antik. Berlokasi di kawasan Menteng, Jakarta. Deretan lapak ini sudah terkenal sebagai ikon pasar antik masyarakat Jakarta sejak era Gubernur Jakarta, Ali Sadikin.

Lokasinya berdempetan dengan trotoar sebelah kiri Jalan Surabaya, Jakarta Pusat. Mengundang pandangan orang-orang yang kebetulan melintas di jalan Surabaya ini. Barang-barangnya memang terbilang antik. Tak dijual jamak di pasar-pasar lain.

Untuk harga, tak ada ukuran pastinya. Mulai ratusan ribu hingga puluhan juta. Para pembelinya biasanya kolektor dan para pecinta barang antik. Para pelangganya biasa menyebut lokasi ini Pasar Barang Antik Jalan Surabaya.


Foto & Teks : Arimacs Wilander
Infografik Instagram