Hari Perempuan Internasional 2017

Ratusan buruh dari Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) dan aktivis perempuan dari berbagai organisasi, LSM, dan komunitas, melakukan aksi damai dalam rangka perayaan Hari Perempuan Internasional di kawasan Monuman Nasional, Jakarta Pusat, Rabu, (8/3). Tirto.id/Andrey Gromico
8 Maret 2017
8 Maret adalah sebuah penanda bagi para kaum perempuan sedunia. Penanda dan momentum perayaan bagi kaum perempuan untuk terus menyuarakan aspirasinya, memperjuangkan kesetaraan haknya.

Dulunya, hari perempuan pertama kali dirayakan pada tanggal 28 Februari 1909 di New York, sebelum akhirnya pada tahun 1977 Perserikatan Bangsa-Bangsa meresmikan Hari Perempuan Internasional pada tanggal 8 Maret.

Di Indonesia, momen 8 Maret selalu disambut gegap gempita. Ratusan perempuan turun ke jalan menyampaikan aspirasinya. Di Tahun 2017 ini sejumlah kota di Indonesia turut merayakan Hari Perempuan Internasional. Setidaknya, rekaman visualnya muncul dari empat kota di Indonesia yang merayakan Hari Perempuan Internasional, Jakarta, Jogja, Bandung, dan Bali.

Sejumlah tuntutan pada momen Hari Perempuan Internasional 2017 ini tentu soal bagaimana banyak kebijakan yang diterlurkan pemerintah juga turut pro pada perempuan, menolak kekerasan pada perempuan, persamaan hak perempuan, dan bagaimana buruh perempuan diperlakukan lebih layak.

Foto Foto; Andrey Gromico & Antara Foto