tirto.id - Demonstrasi massa di Prancis dijadwalkan kembali berlanjut pada Sabtu (24/10/2026). Unjuk rasa ini disebut akan kembali jadi mobilisasi massa berskala besar setelah sebelumnya hal serupa terjadi pada akhir pekan lalu. Sejauh ini, terdapat beberapa hal yang telah diketahui publik tentang rencana aksi tersebut.
Menukil media lokal Prancis, Var Actu, rencana unjuk rasa pada Sabtu mendatang telah diumumkan oleh kelompok Rompi Kuning, sebuah gerakan protes di Prancis yang muncul sejak 2018 lalu. Pada Senin (19/10), kelompok tersebut telah mengumumkan adanya rencana unjuk rasa lanjutan yang dinamai “Aksi II” pada Sabtu di pekan tersebut.
Kelompok itu juga menyebut unjuk rasa ini dilangsungkan untuk melanjutkan tujuan yang hendak dicapai pada aksi massa sebelumnya. Hal itu merujuk pada gelombang unjuk rasa yang terus berlangsung di Prancis dalam beberapa pekan terakhir.
Laporan Var Actu menyebut bahwa demonstrasi ini berpotensi hanya awal mula dari gelombang lain yang telah direncanakan. Selain unjuk rasa ini, seruan demonstrasi juga telah dikumandangkan untuk digelar pada 31 Oktober dan 5 November mendatang.
“Pada tanggal tersebut, lima serikat pekerja—CFDT, CGT, FO, UNSA, dan FSU—menyerukan aksi mogok dan demonstrasi,” tulis laporan media lokal itu.
Hal-hal Terkait Demo Nasional 24 Oktober di Paris, Prancis
Kendati unjuk rasa nasional pada 24 Oktober di Paris, Prancis, belum berlangsung saat tulisan ini dipublikasikan, namun sejumlah hal terkait peristiwa itu telah terungkap. Berikut beberapa di antaranya.
1. Pawai Dijadwalkan Pukul 14.00 dengan Rute Bastille-Nation
Menurut media gaya hidup dan pariwisata Prancis, Sortir à Paris, unjuk rasa pada Sabtu mendatang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 14.00 waktu setempat dan berpusat di Paris, Prancis. Media itu juga menyebut bahwa unjuk rasa itu akan turut melibatkan pawai massa aksi dalam skala besar.Pawai tersebut disebut akan dimulai dari Place de la Bastille. Dari sana, massa aksi akan bergerak menuju Place Félix-Éboué, sebelum berhenti di Nation.
2. Setidaknya 24 Stasiun Metro Ditutup
Unjuk rasa ini diproyeksikan akan berdampak pada operasional stasiun metro di Paris. Menurut operator transportasi publik kota tersebut, setidaknya 24 stasiun metro akan ditutup selama unjuk rasa.Otoritas transportasi publik Paris (RATP) merilis keterangan pada Kamis (22/10) bahwa kereta yang semula berhenti pada 24 stasiun terdampak akan terus melaju selama unjuk rasa berlangsung.
Laporan Sortir à Paris menyebut bahwa 24 stasiun metro yang ditutup itu terpusat di sekitar landmark jalan raya ikonik Champs-Élysées, Istana Kepresidenan Élysée, Kantor Majelis Nasional, dan Kantor Senat.
3. Demonstrasi Diikuti Berbagai Elemen, termasuk Siswa SMA
Unjuk rasa pada Sabtu tersebut juga diproyeksikan akan diikuti oleh berbagai elemen masyarakat sipil di Prancis. Setidaknya, kelompok massa yang menyatakan ikut serta dalam aksi ini adalah kelompok Rompi Kuning, buruh, dan siswa SMA.Laporan Sortir à Paris menyebut bahwa kelompok siswa SMA telah mengonfirmasi keikutserataan mereka pada Rabu (21/10). Sementara itu, serikat buruh CGT juga telah menyerukan 600.000 anggotanya secara nasional untuk ikut serta dalam unjuk rasa pada Sabtu ini.
4. Aksi Kumpul di Dekat Istana Élysée Dilarang, termasuk di Beberapa Kota Lain
Pada Kamis (22/10), Pemerintah Prancis telah mengeluarkan instruksi untuk melarang aksi protes berlangsung di Istana Kepresidenan Élysée. Aturan ini disinyalir merupakan respons pemerintah terhadap rencana unjuk rasa pada Sabtu.Larangan demonstrasi juga dikeluarkan sejumlah pemerintah daerah di Prancis, termasuk di Lyon. Prefektur Rhône telah mengeluarkan instruksi untuk melarang segala bentuk unjuk rasa pada Sabtu. Marseille dan Le Harve juga mengeluarkan aturan serupa.
Akan tetapi, aturan berupa larangan berunjuk rasa di area tertentu yang dirilis Pemerintah Prancis kini disebut tengah digugat oleh kelompok masyarakat sipil setempat.
“Mereka berpendapat bahwa tidak ada undang-undang yang mengizinkan kepala negara untuk membatasi demonstrasi,” tulis laporan Sortir à Paris.
5. Berbagai Pusat Bisnis di Paris Tutup
Seiring rencana unjuk rasa lanjutan pada 24 Oktober, sejumlah pusat bisnis di Paris juga mengumumkan penutupan sementara pada saat demo nasional. Hal ini telah diumumkan oleh berbagai gerai di Paris, termasuk gerai merek-merek ternama di sana.Gerai-gerai yang mengumumkan penutupan sementara itu termasuk Apple Store, DJI Paris, E-Motion hingga Rue Reaumur.
Selain itu, sejumlah museum juga mengumumkan penutupan sementara imbas rencana unjuk rasa. Beberapa di antaranya termasuk Louvre, Orsay, dan Picasso.
6. Pengamanan Lebih Ketat
Seiring rencana unjuk rasa, Kementerian Dalam Negeri Prancis menyatakan bahwa pengamanan aksi massa pada 24 Oktober akan dikerahkan pada skala yang lebih besar dari sebelumnya. Kementerian itu juga menyatakan bahwa kemungkinan penangguhan izin acara budaya dan olahraga tengah ditinjau.Seturut MalayMail, Kementerian Dalam Negeri Prancis menyatakan bahwa pengerahan aparat keamanan pada unjuk rasa 24 Oktober akan “20 persen lebih tinggi” daripada pengerahan pada 17 Oktober. Pengerahan ini juga disebut akan melibatkan pasukan Sentinelle dan unit khusus macam GIGN dan RAID.
“Kami telah membatalkan cuti [petugas keamanan]. Kami telah memanggil kembali orang-orang yang seharusnya cuti,” kata pejabat kementerian tersebut.
Tuntutan Demo Nasional Prancis 24 Oktober
Melansir laporan Var Actu, unjuk rasa Paris pada 24 Oktober 2026 akan berlangsung untuk menuntut sejumlah tuntutan dengan cakupan lebih luas. Tuntutan seputar daya beli, upah, biaya bahan bakar, dan kondisi layanan publik disebut merupakan beberapa tuntutan inti yang akan dikumandangkan selama unjuk rasa.
Gelombang protes yang tengah berlangsung di Prancis sendiri semula dipicu oleh aksi unjuk rasa siswa SMA. Secara sporadis, para siswa melakukan aksi blokade sekolah di berbagai tempat sejak September lalu.
Aksi protes itu dilakukan untuk menuntut perbaikan layanan pendidikan di Prancis, setelah para siswa mengeluhkan sedikitnya ketersediaan guru dan fasilitas sekolah yang tak memadai.
Unjuk rasa itu kemudian meluas setelah kelompok buruh dan kelompok masyarakat sipil lainnya ikut serta. Tuntutan yang dilayangkan pun berkembang jadi isu yang lebih luas, seperti penolakan publik terhadap rencana pemotongan anggaran pemerintah.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id

































