tirto.id - Akhir pekan lalu, Prancis menghadapi penjarahan di berbagai tempat setelah unjuk rasa pada Sabtu berubah jadi bentrokan yang meluas. Banyak toko-toko barang mewah dijarah dan barang dagangan mereka dicuri. Pekan ini, barang-barang tersebut diduga telah dicoba untuk dijual secara online.
Dugaan bahwa barang-barang jarahan dari unjuk rasa Prancis yang dijual online itu bermula dari keterangan platform penjualan daring Vinted. Seturut CNN, Vinted mengumumkan bahwa mereka telah menghapus daftar barang-barang mewah bekas yang “mencurigakan” dari sistem pada Selasa (20/10/2026).
Dalam keterangannya, Vinted menyatakan telah mengambil “tindakan segera untuk mengidentifikasi dan menghapus daftar yang terkait dengan penjarahan”. Hal ini, tulis Vinted, dilakukan dalam rangka “meningkatkan pemantauan terhadap daftar yang mencurigakan”.
“Penjualan barang curian, atau penawaran barang curian, dilarang keras di Vinted, dan kami tidak menolerirnya sama sekali,” kata Vinted.
Pengumuman ini dirilis setelah Menteri Usaha Kecil Prancis Serge Papin menyebut pihaknya telah mengadakan pertemuan dengan para operator pasar daring di Prancis. Pertemuan itu dijelaskannya merupakan bagian untuk mencegah barang hasil jarahan dijual melalui lokapasar-lokapasar daring.
Pada Selasa, Papin menyebut di X bahwa pihaknya telah memperoleh komitmen dari para operator itu untuk ikut mendeteksi barang-barang hasil jarahan yang diperjual-belikan melalui platform mereka. Papin mengumumkan hal tersebut sembari menekankan siapa pun yang menjual barang curian akan dilacak dan dituntut.
Sementara itu, seturut keterangan pihak Vinted, platform tersebut menyatakan akan memberlakukan sanksi permanen terhadap setiap akun yang terbukti menjual barang jarahan melalui sistem mereka. Vinted juga mengaku sudah bekerja sama dengan penegak hukum untuk “mendeteksi dan menanggulangi risiko yang muncul”.
Pada akhir pekan lalu, penjarahan telah melanda berbagai wilayah di Prancis dalam kerusuhan yang terjadi pasca aksi unjuk rasa yang relatif damai. Banyak toko-toko dijarah secara sporadis, termasuk di antaranya toko barang mewah.
Penjarahan ini dilaporkan turut berdampak pada outlet-outlet dengan jenama besar macam Louis Vuitton dan Rolex. Peritel kecantikan Sephora bahkan menyebut toko mereka di Prancis telah dijarah dan para karyawan mereka menghadapi “kekerasan, ketakutan, dan ketegangan yang hebat”.
Merek fesyen mewah Burberry juga mengonfirmasi dampak kerusuhan terhadap tokonya di Prancis. Jenama itu menyatakan toko Burberry di Rue Saint-Honoré, Paris, ditutup sementara karena situasi yang tak kondusif.
Penjarahan yang terjadi pada akhir pekan lalu sebelumnya telah dikecam berbagai pihak, termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron. Dalam pidatonya pada Minggu (18/10), Macron mengatakan pihaknya kini akan menggunakan prosedur hukum untuk menuntut para pelaku penjarahan.
Sepanjang Oktober ini, Prancis tengah dilanda gelombang untuk rasa yang meluas di seluruh negeri. Aksi protes ini semula dipicu oleh unjuk rasa para siswa SMA yang menuntut perbaikan kualitas pembelajaran.
Aksi protes para siswa SMA itu kemudian membesar setelah berbagai pihak ikut bersolidaritas dan turun ke jalan. Pada akhir pekan lalu, tuntutan para demonstran meluas ke isu biaya hidup yang tinggi dan penolakan terhadap kebijakan pemotongan anggaran oleh pemerintah.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id


































