Menuju konten utama

Gunung Semeru Erupsi, Awan Panas Guguran Meluncur 4,5 Km

Semeru juga dilaporkan mengalami erupsi pada hari ini sejak pukul 08.43 WIB, pukul 06.33 WIB, pukul 05.37 WIB dan pukul 03.33 WIB.

Gunung Semeru Erupsi, Awan Panas Guguran Meluncur 4,5 Km
Asap vulkanis keluar dari kawah Gunung Semeru terlihat dari Desa Ranupani, Lumajang, Jawa Timur, Rabu (9/9/2026). Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) periode pengamatan pukul 00.00-06.00 WIB, Gunung Semeru tercatat mengalami 29 kali gempa letusan/erupsi, empat kali gempa guguran, dan empat kali gempa harmonik, sementara masyarakat diimbau tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak, radius 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan, serta radius lima kilometer dari kawah. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/wsj.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Gunung Semeru di Jawa Timur kembali mengalami erupsi dengan mengeluarkan awan panas guguran (APG) sejauh 4.500 meter pada Kamis (5/11/2026). Menanggapi peristiwa tersebut, warga sekitar kawasan gunung diminta meningkatkan kewaspadaan dan tetap siaga.

Peristiwa tersebut terjadi pada pukul 09.24 WIB. Erupsi disertai kolom abu vulkanik tebal yang membumbung hingga 700 meter di atas puncak kawah atau mencapai ketinggian sekitar 4.376 meter di atas permukaan laut.

"Telah terjadi erupsi Gunung Semeru, Jawa Timur pada tanggal 5 November 2026 pukul 09:24 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 700 m di atas puncak 4.376 m di atas permukaan laut," ungkap Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, dalam laporan tertulisnya, Kamis (5/11/2026).

Tidak hanya itu, Semeru juga dilaporkan mengalami erupsi pada hari ini sejak pukul 08.43 WIB, pukul 06.33 WIB, pukul 05.37 WIB dan pukul 03.33 WIB.

Sigit menjelaskan, kolom abu vulkanik terlihat berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal. Sebaran abu tersebut terpantau bergerak condong ke arah selatan dan barat daya.

Berdasarkan data dari hasil pemantauan seismograf di pos pengamatan, erupsi tersebut tercatat memiliki amplitudo maksimum 31 milimeter. Letusan berlangsung selama 7 menit 27 detik.

"Erupsi berupa Letusan disertai Awan Panas Guguran dengan jarak luncur ± 4500m dari kawah puncak, mengarah ke tenggara, sebaran abu vulkanik mengarah ke barat daya," ucapnya.

Sigit juga mengatakan status Gunung Semeru masih kini bertahan pada Level III atau siaga.

Sementara itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), mengimbau masyarakat dan penambang pasir untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara, khususnya di sepanjang aliran Sungai Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari pusat erupsi.

Sigit menambahkan, masyarakat diminta mengosongkan wilayah dalam radius 5 kilometer dari kawah Gunung Semeru. Guna mengantisipasi risiko bahaya lontaran batu pijar yang dapat mengancam keselamatan warga.

"Kami imbau untuk warga yang beraktivitas di sekitar Gunung Semeru terutama daerah jalur luncuran Awan Panas di sektor tenggara Besuk Kobokan untuk meningkatkan kewaspadaannya dan selalu siaga karena potensi Awan Panas susulan sewaktu-waktu bisa terjadi," pungkasnya.

Baca juga artikel terkait ERUPSI GUNUNG atau tulisan lainnya dari Muhammad Irvan Aditya Sudarwanto

tirto.id - Flash News
Kontributor: Muhammad Irvan Aditya Sudarwanto
Penulis: Muhammad Irvan Aditya Sudarwanto
Editor: Andrian Pratama Taher