Menuju konten utama

Gempita AI di Malaysia: Bayar ChatGPT & AI Bisa Kurangi Pajak

Pemerintah Malaysia jor-joran mengenalkan masyarakatnya melek terhadap penggunaan AI. Bahkan, warga yang berlangganan AI diberikan keringanan pajak.

Gempita AI di Malaysia: Bayar ChatGPT & AI Bisa Kurangi Pajak
Seorang perempuan menggunakan fitur kecerdasan buatan yang disematkan pada ponsel pintar. Tirto.id/Hafitz Maulana
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah Malaysia mengusulkan kebijakan baru yang memungkinkan masyarakat mendapatkan keringanan pajak atas biaya berlangganan ChatGPT dan aplikasi kecerdasan buatan (AI) lainnya. Kebijakan yang diumumkan dalam Budget 2027 atau Anggaran 2027 tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memperluas penggunaan teknologi AI sekaligus mendorong literasi digital di kalangan masyarakat.

Selain memberikan keringanan pajak, pemerintah Malaysia juga menyiapkan tambahan 100.000 kuota langganan gratis aplikasi AI bagi anak muda. Di samping itu, ada pula alokasi dana RM30 juta atau sekitar Rp134,17 miliar untuk membantu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengadopsi teknologi tersebut.

Berbagai program ini merupakan bagian dari ambisi Malaysia untuk menjadi negara berbasis AI (AI Nation) pada 2030, dengan memperkuat keterampilan tenaga kerja, penelitian, infrastruktur digital, dan perlindungan data.

Pengurangan Pajak untuk Langganan ChatGPT dan Aplikasi AI

Salah satu kebijakan utama dalam Budget 2027 adalah perluasan keringanan pajak individu untuk kategori pengeluaran gaya hidup (lifestyle tax relief). Melalui kebijakan ini, biaya berlangganan perangkat lunak dan aplikasi berbasis AI, termasuk ChatGPT, diusulkan masuk sebagai pengeluaran yang dapat diklaim untuk mendapatkan pengurangan pajak.

Berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam langkah-langkah perpajakan Kementerian Keuangan Malaysia, fasilitas tersebut tidak hanya berlaku untuk langganan AI yang digunakan sendiri oleh wajib pajak. Di dalamnya termasuk pula langganan yang dibayarkan seseorang untuk pasangan maupun anak.

Dengan kebijakan itu, masyarakat Malaysia yang membayar biaya langganan aplikasi AI dan memenuhi persyaratan dapat memasukkan pengeluaran tersebut dalam penghitungan klaim keringanan pajak saat melaporkan pajak penghasilan.

Namun, biaya langganan AI tidak memiliki batas keringanan pajak tersendiri. Pengeluaran tersebut akan digabungkan dengan jenis pengeluaran gaya hidup lain yang sudah memenuhi syarat, dengan batas maksimal klaim sebesar RM2.500 atau sekitar Rp11,18 juta.

Sebagai contoh, jika seseorang membayar langganan ChatGPT sebesar RM100 dan memiliki pengeluaran lain yang juga memenuhi kategori keringanan pajak, biaya tersebut dapat digabungkan dalam perhitungan klaim. Namun, total pengeluaran yang diklaim tetap tidak boleh melebihi batas RM2.500.

Kebijakan ini diusulkan mulai berlaku untuk tahun taksiran pajak 2027. Dengan demikian, biaya langganan AI yang dibayarkan selama 2027 baru dapat dimasukkan dalam laporan pajak yang disampaikan pada 2028.

Melalui kebijakan ini, pemerintah Malaysia berharap masyarakat semakin tertarik menggunakan aplikasi AI untuk mendukung aktivitas sehari-hari, sekaligus meningkatkan kemampuan dan pemahaman mereka terhadap teknologi digital.

Tambahan 100.000 Langganan AI Gratis untuk Generasi Muda

Selain keringanan pajak, pemerintah Malaysia juga menambah 100.000 kuota langganan gratis aplikasi AI melalui program AI Untuk Rakyat. Tambahan tersebut diberikan setelah program tahap pertama mendapatkan respons positif dari masyarakat.

Sebelumnya, program AI Untuk Rakyat menyediakan akses gratis selama tiga bulan ke sejumlah aplikasi AI pilihan bagi 100.000 warga Malaysia berusia 18 hingga 30 tahun.

Untuk memperoleh fasilitas tersebut, peserta diwajibkan menyelesaikan enam modul pembelajaran melalui portal Rakyat Digital. Setelah menyelesaikan seluruh materi, peserta berhak mendapatkan langganan gratis aplikasi AI yang telah bekerja sama dengan pemerintah.

Pada tahap awal, penyedia layanan AI yang terlibat antara lain YTL AI Labs, Alibaba, dan Google. Melalui Budget 2027, pemerintah menambah 100.000 kuota baru sekaligus memperluas pilihan aplikasi yang dapat diakses peserta, termasuk ChatGPT.

Dalam pelaksanaannya, peserta tetap harus mengikuti dan menyelesaikan materi pembelajaran sebelum mendapatkan akses aplikasi. Langkah ini bertujuan memastikan anak muda memahami cara menggunakan teknologi AI secara tepat dan bertanggung jawab.

Pendaftaran program AI Untuk Rakyat telah dibuka pada 31 Agustus bagi warga Malaysia berusia 18 hingga 30 tahun. Materi pembelajarannya mencakup AI Safety, Cyber SAFE, Agentic AI, Generative AI, dan Cloud Untuk Rakyat.

Melalui program tersebut, pemerintah tidak hanya ingin memberikan akses gratis terhadap teknologi, tetapi juga membekali generasi muda dengan pengetahuan dasar sebelum menggunakannya.

Pemerintah Malaysia Siapkan Rp134,17 miliar untuk Bantu UMKM Mengadopsi AI

Pemerintah Malaysia juga menyiapkan anggaran sebesar RM30 juta atau sekitar Rp134,17 miliar melalui Malaysia Digital Economy Corporation (MDEC) untuk membantu 4.000 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengadopsi teknologi AI serta mengotomatisasi kegiatan operasional mereka.

MDEC merupakan lembaga pemerintah yang bertanggung jawab mendorong perkembangan ekonomi digital Malaysia. Lembaga ini memiliki peran dalam membantu perusahaan menggunakan teknologi digital, mendukung perusahaan rintisan berbasis teknologi, serta menarik investasi ke sektor digital.

Bagi pelaku UMKM, penggunaan AI tidak hanya sebatas berlangganan chatbot. Teknologi tersebut dapat diterapkan untuk membantu berbagai pekerjaan, seperti pengelolaan administrasi, pemrosesan data, pelayanan pelanggan, hingga otomatisasi sejumlah proses bisnis.

Namun, penerapan teknologi tersebut membutuhkan biaya dan sumber daya yang tidak selalu dimiliki usaha berskala kecil. Karena itu, alokasi RM30 juta diharapkan dapat membantu pelaku usaha yang mengalami keterbatasan modal maupun kemampuan teknis untuk mulai memanfaatkan AI.

Selain mendukung perusahaan, program tersebut juga menargetkan pelatihan dan sertifikasi bagi 5.000 tenaga profesional AI. Langkah ini dilakukan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan mengembangkan, menerapkan, dan mengelola teknologi AI di berbagai sektor industri.

Untuk memperkuat kemampuan sumber daya manusia, pemerintah Malaysia juga mengalokasikan hampir RM15 juta kepada AI Malaysia Berhad. Dana tersebut ditujukan untuk memperkuat ekosistem AI yang aman dan beretika, sekaligus mendukung target pengembangan 200.000 tenaga kerja dengan keterampilan AI.

AI Malaysia Berhad merupakan lembaga utama nasional yang bertugas mengoordinasikan pengembangan dan penerapan AI di Malaysia. Lembaga tersebut dibentuk di bawah Kementerian Digital untuk memperkuat koordinasi berbagai inisiatif pengembangan teknologi AI di negara tersebut.

Baca juga artikel terkait ARTIFICIAL INTELLIGENCE atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Sosial Budaya
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Ilham Choirul Anwar