Menuju konten utama

BSSN Ingatkan Bahaya Agentic AI dalam Keamanan Siber

BSSN berkata AI tidak hanya berperan sebagai alat pertahanan, tetapi menjadi sasaran serangan maupun instrumen serangan.

BSSN Ingatkan Bahaya Agentic AI dalam Keamanan Siber
Kepala BSSN Nugroho Sulistyo. FOTO/dok istimewa
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI, Nugroho Sulistyo Budi, mengingatkan peluang sekaligus bahaya kehadiran agentic artificial intelligence (AI) dalam dunia keamanan siber.

Dia mengingatkan, AI tidak hanya berperan sebagai alat pertahanan (shield), tetapi juga menjadi sasaran serangan (target) maupun instrumen serangan (weapon). Dia pun mengingatkan bahwa serangan siber tidak mengenal batas negara sehingga perlu kolaborasi bersama.

“Cyber threats know no borders. Resilience must be built together," kata Nugroho dalam forum 3rd ASEAN-Japan Cybersecurity Community Alliance (AJCCA) Conference, Kamis (29/10/2026).

Nugroho menilai, perlu penguatan tata kelola AI, penerapan prinsip Security by Design, serta pengelolaan risiko secara proaktif guna membangun ekosistem digital yang aman dan tangguh.

Dalam forum AJCCA, Nugroho juga menekankan pentingnya tiga pilar kerja sama regional, yaitu Collaboration, Capacity, dan Connectivity. Ketiganya menjadi landasan untuk memperkuat pertukaran informasi, meningkatkan kapasitas, dan mempererat koordinasi antarnegara dalam menghadapi ancaman siber lintas batas.

AJCCA Conference merupakan forum tahunan yang mempertemukan perwakilan badan siber dan kementerian yang menangani keamanan siber, asosiasi industri keamanan siber, akademisi, serta praktisi dari negara-negara ASEAN dan Jepang. Forum ini menjadi wadah untuk memperkuat dialog, berbagi pengetahuan, dan mendorong kerja sama dalam menghadapi tantangan keamanan siber di kawasan.

Baca juga artikel terkait BSSN atau tulisan lainnya dari Antara

tirto.id - Sosial Budaya
Penulis: Antara
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama