tirto.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memaparkan di depan Presiden Prabowo Subianto bahwa kekuatan pemodal domestik menjadi penopang utama pemulihan (rebound) pasar modal Indonesia di tengah derasnya aksi jual bersih (net sell) investor asing.
Laporan tersebut disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, saat memaparkan kondisi stabilitas sektor keuangan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
"Alhamdulillah, dua hari ini market kita sudah rebound. Ini kekuatan domestik, Bapak," kata Friderica sebagaimana disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (23/10/2026).
Friderica membeberkan indeks saham berhasil berbalik menguat kendati pemodal asing mencatatkan net sell sebesar Rp3,3 triliun dalam dua hari terakhir dan Rp1 triliun pada hari sebelumnya.
Tekanan jual tersebut sukses diredam oleh aksi pembelian kembali (buyback) saham oleh korporasi domestik serta tingginya keaktifan investor ritel nasional.
Ketahanan bursa saham juga ditopang oleh kinerja keuangan emiten yang solid pada kuartal II 2026. Secara agregat, pendapatan emiten tumbuh 15,9 persen, dengan 74 persen dari total 962 perusahaan tercatat di bursa berhasil mencatatkan laba bersih.
"Saya ingin menunjukkan kepada Bapak-Ibu semua bahwa fundamental ekonomi dan juga fundamental perusahaan-perusahaan yang tercatat di pasar modal Indonesia adalah sangat kuat," tegas Friderica.
Guna mempertahankan kepercayaan pasar di tengah evaluasi lembaga pemeringkat global seperti MSCI, OJK bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dan Danantara juga memperketat penegakan hukum.
OJK baru saja menjatuhkan sanksi administratif sebesar Rp1,5 triliun terkait praktik transaksi terkoordinasi (coordinated trading), serta menindak dua korporasi lain yang terindikasi memanipulasi pasar.
Menutup laporannya, Friderica menegaskan komitmen otoritas untuk mempercepat reformasi integritas dan transparansi di pasar modal secara berkesinambungan.
"Ke depan, Bapak, kami akan cermati, kami akan lakukan terus perbaikan-perbaikan yang ada supaya market kita semakin kredibel, semakin likuid, semakin transparan, dan bisa menjadi rumah untuk investasi masyarakat kita ke depan," pungkasnya.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id






































