Menuju konten utama

BEI-OJK Ogah Respons Tudingan Eks Mendag Lutfi ke Singapura-MSCI

Pemerintah dan OJK enggan menanggapi tudingan Lutfi soal dugaan manuver Singapura di balik ancaman MSCI menurunkan status pasar saham Indonesia.

BEI-OJK Ogah Respons Tudingan Eks Mendag Lutfi ke Singapura-MSCI
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi melambaikan tangan ke arah wartawan pada acara pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14-2-2014). ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf/rwa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi enggan menanggapi pernyataan eks Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi soal dugaan manuver Singapura di balik ancaman Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Lutfi sebelumnya menyoroti keputusan MSCI yang membuka konsultasi mengenai kemungkinan penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia ke standalone market yang berbuntut kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Ia mempertanyakan dasar perubahan status tersebut karena, menurut dia, standalone market merupakan klasifikasi bagi negara yang menerapkan capital control atau pengendalian arus modal.

“Apakah Indonesia menerapkan capital control? Sama sekali tidak,” kata Lutfi melalui unggahan di akun Instagram resminya.

Lutfi juga menduga terdapat tekanan dari institusi investasi asal Singapura, yakni Temasek Holdings dan Government of Singapore Investment Corporation (GIC), terhadap MSCI. Ia bahkan menyebut nama Rachel Goh dari GIC yang, menurut pengakuannya, menekan MSCI agar menurunkan klasifikasi pasar saham Indonesia.

Lutfi menduga langkah tersebut dapat memicu kepanikan investor dan membuat harga saham domestik turun sehingga investor asing berpeluang membeli aset Indonesia dengan harga lebih murah. Namun, tudingan tersebut belum disertai bukti yang mengonfirmasi dugaan keterlibatan pihak-pihak yang disebutkannya.

Menanggapi isu tersebut, Jeffrey mengatakan BEI akan berfokus pada tugas pokok dan fungsinya serta meyakini penyedia indeks global, termasuk MSCI, bersikap independen.

“Kami akan sangat fokus kepada hal teknis dan kami selalu meyakini dan tetap percaya bahwa global index provider selalu independen,” ucap Jeffrey di kantor BEI, Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Ia menambahkan, BEI akan memprioritaskan langkah teknis untuk mereformasi pasar modal Indonesia. “Karena itu, kami akan fokus saja kepada hal-hal teknis yang bisa kami lakukan dalam upaya mereformasi pasar modal,” tutur Jeffrey.

Senada, Friderica juga memilih berfokus pada pelaksanaan tugas OJK. Ia mempersilakan pihak lain menyampaikan pandangan mengenai rencana MSCI. “Kita kerja saja, silakan orang lain mengomentari, silakan orang berpikir sendiri, tapi kita kerja saja, kita kerja saja,” tuturnya di Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026)

Friderica mengatakan, OJK telah melaporkan perkembangan reformasi pasar modal kepada Presiden Prabowo Subianto. Menurut dia, Prabowo meminta agar reformasi dilanjutkan dengan penegakan aturan yang konsisten.

“Kita juga sampaikan laporan kepada Bapak Presiden. Bapak Presiden menyampaikan teruskan reformasi yang sangat baik, kemudian, tegakkan ketentuan dan enforcement terus diawasi,” urai Friderica.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan bahwa Indonesia tidak bergantung pada satu penyedia indeks global dalam menanggapi tudingan Lutfi.

“MSCI ya tentu MSCI kan itu salah satu rating, tetapi bukan satu-satunya. Jadi kita ada rating yang lain, apakah itu FTSE, ada Russell, dan yang lain yang tentu hasilnya berbeda,” kata Airlangga saat ditemui awak media.

Terkait upaya pemerintah mencegah penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia, Airlangga mengaku percaya diri dengan tata kelola yang tengah disiapkan pemerintah. “Ya kita sih confidence saja dengan tata kelola yang sedang disiapkan, dan Indonesia tidak tergantung hanya pada satu rating institusi,” ujarnya.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana