tirto.id - Kisah memilukan menimpa seorang ibu tunggal empat anak asal Desa Jebeng, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Ia meninggal dunia di atas sepeda motornya di Jalan Raya Ponorogo-Pacitan, Sabtu (17/10/2026), ketika mengantarkan anak bungsunya yang masih berusia sekitar tiga setengah tahun untuk berobat ke bidan.
Media sosial sedang dibuat sedih dengan foto seorang wanita yang kemudian diketahui bernama Lu’luatun Ni’mah. Lu’lu berusia 38 tahun dan ditemukan sudah tidak bernyawa di atas sepeda motornya. Di sampingnya, putranya yang masih berusia 3,5 tahun tampak memperhatikan ibunya seperti tidak sadar akan apa yang telah menimpanya.
Peristiwa nahas yang merenggut nyawa Lu’lu bermula pada Sabtu (17/10/2026), ketika anak bungsunya mengalami muntah-muntah. Lu’lu sempat membawa anaknya berobat ke bidan pada siang hari.
Namun, pada sore harinya, kondisi sang anak kembali memburuk sehingga Lu’lu memutuskan untuk mengantarkannya kembali ke tempat praktik bidan di Desa Gombang, Kecamatan Slahung. Jarak dari rumah korban ke tempat praktik bidan tersebut diperkirakan sekitar tiga kilometer.
Saat berangkat, kondisi Lu’lu disebut masih terlihat baik-baik saja. Ia mengendarai sepeda motor dengan membonceng anak bungsunya untuk mendapatkan pertolongan medis bagi sang anak.
Ketika melintasi Jalan Raya Ponorogo-Pacitan, Lu’lu tiba-tiba merasa lemas. Ia kemudian menepikan sepeda motornya di depan sebuah tempat pencucian motor, tepat di sebelah utara Polsek Slahung.
Saksi mata di lokasi mengatakan, Lu’lu terlihat sangat lemas ketika berada di atas sepeda motornya. Melihat kondisi ibunya yang mendadak tidak berdaya, anak bungsu yang semula duduk di atas kendaraan kemudian turun.
Setelah menerima informasi mengenai seorang perempuan yang tidak sadarkan diri di pinggir jalan, petugas Polsek Slahung bersama tenaga kesehatan setempat segera mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan.
Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, Lu’lu diketahui sudah meninggal dunia. Upaya pemeriksaan medis di lokasi tidak dapat menyelamatkan nyawanya.
Setelah kejadian itu, penanganan jenazah diserahkan kepada pihak keluarga. Peristiwa tersebut kemudian menjadi perhatian warga karena Lu’lu meninggal saat berusaha membawa anaknya mendapatkan pertolongan medis.
Sosok Ibu Tunggal yang Berjuang Menghidupi Empat Anak
Di balik peristiwa tragis tersebut, Lu’lu dikenal sebagai sosok ibu yang tangguh dan pekerja keras. Setelah suaminya, Syamsudin, meninggal dunia sekitar dua tahun sebelumnya, ia harus menjalankan tanggung jawab sebagai orang tua tunggal bagi keempat anaknya.
Untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan membiayai pendidikan anak-anaknya, Lu’lu menjalankan usaha wiraswasta. Ia berusaha mencukupi kebutuhan rumah tangga sekaligus memastikan anak-anaknya tetap mendapatkan perhatian dan perawatan yang diperlukan.
Kisah perjuangan Lu’lu kemudian menyedot perhatian masyarakat karena menggambarkan beratnya tanggung jawab yang dipikulnya sebagai ibu tunggal. Ia tetap berusaha memenuhi kebutuhan anak-anaknya meskipun harus menjalani kehidupan tanpa pendamping.
“Ya Allah, pilu banget. Seorang ibu di Ponorogo meninggal di atas motor saat mau beli obat untuk dirinya sendiri, ditemani anaknya yang masih balita… Kadang, seorang ibu tetap berjuang meski dirinya sendiri sedang tidak baik-baik saja,” tulis akun Threads @ayu_qamarani.
“Bahkan untuk sakit pun gak ada waktu.. #perempuan. Innalilahi wa'ainailaihi rojiun,” ucap akun @mayheriyans.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id
































