Menuju konten utama

Siswa SD di NTT Gantung Diri usai Cekcok dengan Ibu soal HP

Tragis, siswa kelas V SD di Sikka NTT ditemukan meninggal dunia usai sempat berselisih dengan ibunya perkara HP. Polisi masih lakukan olah TKP.

Siswa SD di NTT Gantung Diri usai Cekcok dengan Ibu soal HP
Ilustrasi Mayat. foto/Istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Catatan: Depresi bukan lah persoalan sepele. Jika Anda merasakan tendensi untuk melakukan bunuh diri, atau melihat teman atau kerabat yang memperlihatkan tendensi tersebut, amat disarankan untuk menghubungi dan berdiskusi dengan pihak terkait, seperti psikolog, psikiater, maupun klinik kesehatan jiwa.

------------------------------------------

Seorang siswa kelas V sekolah dasar berinisial AP (12) meninggal dunia dalam peristiwa gantung diri di Dusun Lirikelan, Desa Watuwutik, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa, 20 Oktober 2026.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasie Humas) Polres Sikka, Ipda Leonard Tunga, mengatakan korban ditemukan oleh ibunya di dapur rumah sekitar pukul 19.00 WITA.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun kepolisian, ibu korban sebelumnya sempat menemani korban di dapur bersama adik korban yang berusia lima tahun. Sekitar satu setengah jam kemudian, ibu korban membawa adik korban ke kamar untuk ditidurkan.

Saat kembali ke dapur, ibu korban mendapati AP dalam kondisi tergantung pada tiang atap dapur menggunakan tali rafia berwarna hitam.

Ibu korban kemudian menurunkan anaknya dan membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. T.C. Hillers Maumere.

Namun, setelah menjalani pemeriksaan oleh dokter jaga di instalasi gawat darurat (IGD), korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Polisi Dalami Dugaan Perselisihan terkait HP

Dalam keterangan kepada media, Ipda Leonard Tunga mengatakan, ibu korban mengungkapkan bahwa pada Selasa pagi sekitar pukul 07.00 WITA, AP meminta telepon genggam untuk dibawa ke sekolah. Namun, permintaan tersebut tidak diizinkan oleh ibunya.

Sekitar pukul 16.30 WITA, korban pulang dan disebut sempat marah serta memukul ibunya pada bagian bahu.

Setelah itu, korban, ibu, dan adiknya berada di dapur sebelum ibu korban membawa adiknya ke kamar untuk tidur.

Belum diketahui apakah peristiwa yang terjadi pada pagi dan sore hari tersebut berkaitan dengan kematian korban. Polisi masih melakukan pendalaman untuk memperoleh gambaran lengkap mengenai kejadian itu.

Pihak Sekolah Sebut Korban Berperilaku Normal

Ia menuturkan, Polres Sikka menerima informasi mengenai peristiwa tersebut pada Selasa malam sekitar pukul 21.13 WITA. Tim identifikasi Polres Sikka bersama anggota Polsek Nita kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Seorang saksi lainnya, A.D. (66), yang datang setelah kejadian, mendapati korban telah diturunkan dan berada dalam pelukan ibunya. Saksi tersebut sempat memegang dada korban dan merasakan tubuhnya masih hangat sebelum menyarankan agar korban segera dibawa ke rumah sakit.

Polisi juga menggali informasi dari pihak sekolah. Berdasarkan keterangan wali kelas, korban masih mengikuti kegiatan belajar mengajar di SDN Lirikelan pada Selasa, 20 Oktober 2026. Korban disebut tidak menunjukkan perilaku yang mencurigakan selama di sekolah.

Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah korban dimandikan di ruang jenazah RSUD dr. T.C. Hillers Maumere sebelum dibawa ke rumah duka di Dusun Lirikelan.

Dikatakan Ipda Leonard Tunga, terhadap peristiwa bunuh diri ini, keluarga menolak pemeriksaan fisik luar dan bersedia membuat surat pernyataan penolakan autopsi.

"Saat ini, polisi masih melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan untuk mendalami peristiwa yang menyebabkan meninggalnya korban," ungkapnya.

Baca juga artikel terkait KASUS BUNUH DIRI atau tulisan lainnya dari Mario Wihelmus PS

tirto.id - Flash News
Reporter: Mario Wihelmus PS
Penulis: Mario Wihelmus PS
Editor: Siti Fatimah