Demo Tolak UU Ciptaker di Hari Sumpah Pemuda

Sejumlah buruh melakukan aksi unjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Rabu (28/10/2020). tirto.id/Andrey Gromico
Sejumlah mahasiwa melakukan aksi unjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Rabu (28/10/2020). tirto.id/Andrey Gromico
Sejumlah mahasiwa melakukan aksi unjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Rabu (28/10/2020). tirto.id/Andrey Gromico
Sejumlah mahasiwa melakukan aksi unjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Rabu (28/10/2020). tirto.id/Andrey Gromico
Sejumlah melakukan aksi unjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Rabu (28/10/2020). tirto.id/Andrey Gromico
Demostran berusaha menerobos kawat berduri saat melakukan aksi unjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Rabu (28/10/2020). tirto.id/Andrey Gromico
Pendemo membakar ban bekas di tengah aksi unjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Rabu (28/10/2020). tirto.id/Andrey Gromico
Sejumlah anggota TNI dari Kodam Jaya menghimbau untuk menghentikan aksi unjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Rabu (28/10/2020). tirto.id/Andrey Gromico
Pendemo memasang poster tolak Omnibus Law di kawat berduri saat melakukan aksi di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Rabu (28/10/2020). tirto.id/Andrey Gromico
Aksi demo penolakan RUU Cipta Kerja kembali terjadi hari ini bersamaan dengan Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2020).
28 Oktober 2020
Aksi demo penolakan RUU Cipta Kerja kembali terjadi hari ini bersamaan dengan Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2020). Sekitar seribuan mahasiwa dan buruh turut ikut kembali demo pada hari ini. Sama seperti aksi aksi sebelumnya, mereka berencana melakukan aksi di depan Istana Negara namun terhambat barikade polisi di jalan Medan Merdeka Barat. Pukul 15.30 WIB, massa tampak memenuhi kawasan Patung Kuda. Massa juga sempat membakar ban di tengah jalan.

Sekelompok remaja menggunakan pakaian bebas itu mulai menarik-narik kawat berduri di depan pada pukul 16.25 WIB. Mereka juga sempat melemparkan botol ke arah polisi namun tidak sampai terjadibentrok.

Massa kemudian diminta bubar oleh prajurit TNI pukul 17.15. Mereka selanjutnya meninggalkan Jalan Medan Merdeka Barat. Sejumlah prajurit TNI dari Kodam Jaya dan Korps Marinir TNI mengawal massa remaja itu untuk meninggalkan Jalan Medan Merdeka Barat. Massa digiring oleh prajurit TNI ke arah simpang Patung Kuda, bahkan hingga ke arah Sarinah.


tirto.id/Andrey Gromico

DarkLight