Menuju konten utama

Defisit APBN September 2026 Tembus Rp319 Triliun

Defisit APBN hingga akhir September 2026 capai Rp319,0 triliun atau setara 1,24 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Defisit APBN September 2026 Tembus Rp319 Triliun
Menteri Keuangan Suahasil Nazara memberikan keterangan pers terkait pelunasan utang obligasi BLBI usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/9/2026). Pemerintah telah melunaskan utang obligasi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) senilai Rp218,3 triliun kepada Bank Indonesia (BI) yang diterbitkan dalam rangka penanganan krisis keuangan tahun 1997-1998, namun tidak menghapus hak negara untuk menagih kewajiban para obligor maupun debitur BLBI. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, mencatat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir September 2026 mencapai Rp319,0 triliun. Angka tersebut setara dengan 1,24 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Angka defisit September ini lebih tinggi dibandingkan dengan Agustus yang sebesar Rp240,1 triliun atau setara dengan 0,93 persen PDB.

Suahasil menyebut bahwa posisi defisit ini masih terukur dan sesuai dengan desain awal postur anggaran negara yang ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Defisit APBN di angka Rp319,0 triliun, dan defisit setara 1,24 persen PDB. Memang APBN kita dari sejak awal didesain untuk defisit. Artinya kita desain supaya belanja negara bisa lebih tinggi dari apa yang kita kumpulkan dari masyarakat," ujar Suahasil di Raffles Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Diia menjelaskan, hingga penutupan kuartal III-2026, realisasi pendapatan negara terkumpul sebesar Rp2.341,5 triliun atau 74,5 persen dari target.

Suahasil menilai pencapaian pendapatan ini berada dalam jalur yang tepat mengingat periode waktu yang berjalan telah memasuki tiga perempat tahun.

Sementara itu, realisasi belanja negara tercatat mencapai Rp2.660,5 triliun atau setara 69 persen dari alokasi yang disiapkan. Namun begitu Suahasil optimistis serapan anggaran akan melonjak menjelang akhir tahun.

"Relatively on track, tentu nanti akan ada percepatan belanja, terutama di bulan November dan di bulan Desember. Tetapi tiga perempat tahun belanja hampir 70 persen ini artinya juga oke, on track," jelasnya.

Ia menambahkan, instrumen fiskal akan terus dijaga agar tetap fleksibel namun efisien untuk menopang perekonomian serta memperkuat jaring pengaman sosial masyarakat.

"APBN akan terus menjadi APBN yang menumbuhkan, APBN yang melindungi, dan APBN yang akan terus kredibel. Angka-angkanya kita jaga, sehingga dapat dipercaya bahwa APBN ini mengumpulkan uang dari rakyat, namun belanjanya kembali lagi kepada masyarakat Indonesia," kata Suahasil.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana