tirto.id - Eks Presiden Joko Widodo (Jokowi) hadir dalam persidangan kasus dugaan pencemaran nama terkait tudingan ijazah palsu pada Kamis (5/11/2026). Dalam sidang dengan terdakwa Roy Suryo itu, Jokowi beberapa kali mengaku lupa ketika ditanya tim hukum terdakwa.
Momen itu terjadi ketika Jokowi hadir dalam sidang yang dihelat di PN Jakarta Timur pada Kamis. Ia hadir di sana dalam kapasitasnya sebagai saksi yang dihadirkan pihak pelapor.
Selama persidangan, Jokowi berulang kali ditanya perihal riwayat pendidikan yang ia tempuh. Hal ini, terkhusus pada masa kuliahnya di Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta.
Sidang pada Kamis tersebut merupakan kelanjutan dalam perkara dugaan pencemaran nama baik oleh Roy Suryo terhadap Jokowi. Persidangan kasus ini telah berjalan sejak September lalu.
Sebelumnya, pada April 2025, pihak Jokowi melayangkan laporan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan fitnah dan pencemaran nama baik yang dilakukan Roy Suryo. Laporan itu berkisar pada klaim dan tuduhan Roy bahwa Jokowi tidak memiliki dokumen ijazah asli sebagai tanda tamat belajar di UGM.
Daftar Pertanyaan yang Dijawab "Lupa" oleh Jokowi di Sidang Roy Suryo
Selama persidangan pada Kamis, Jokowi beberapa kali menyebut lupa atau tidak ingat ketika ditanya perihal detail masa kuliahnya di UGM. Hal ini terutama terjadi ketika sesi tanya jawab antara Jokowi dengan kuasa hukum Roy Suryo.
Berikut merupakan daftar momen ketika Jokowi menjawab pertanyaan dalam sidang dengan pengakuan lupa.
1. Lupa Nama Program Penerimaan Mahasiswa Baru dan Jumlah SKS
Pertanyaan pertama adalah ketika tim hukum Roy Suryo menanyakan nama program penerimaan mahasiswa baru dan jumlah satuan kredit semester (SKS) yang diambil Jokowi. Ketika dicecar dengan pertanyaan itu, Jokowi mengaku lupa.“Apa nama program mahasiswa barunya saat Saudara masuk tahun 1980 itu?” tanya tim hukum Roy Suryo setelah mengonfirmasi alur pendaftaran sebagai mahasiswa UGM pada Jokowi.
“Tidak ingat,” jawab Jokowi singkat.
Jokowi mengaku mendaftar program sarjana di bawah Fakultas Kehutanan saat berkuliah di UGM. Ia tidak mendaftar untuk program sarjana muda. Jokowi diterima melalui program penerimaan mahasiswa baru.
2. Lupa di Semester Berapa saat Transformasi dari Jenjang Sarjana Muda ke S1
Tim hukum Roy Suryo lalu menanyakan kembali mengenai pernah tidaknya Jokowi mengikuti program Sarjana Muda. Jokowi menjawab bahwa saat itu program Sarjana Muda berjalan otomatis."Kalau sudah 120 SKS, artinya kita sudah menempuh S1 bawah atau Sarjana Muda. Dan kalau nilainya di atas 2,01 itu langsung bisa terus ke S1. Dan S1 itu juga ada syaratnya harus [IPK] di atas 2,5," kata Jokowi
Dari situ diketahui Jokowi melakukan transformasi secara otomatis dari Sarjana Muda ke S1 lantaran ia sudah menyelesaikan 120 SKS sebagai persyaratannya. Namun, ia tidak ingat pada semester berapa bertrasnformasi ke S1.
“Seperti Saudara katakan tadi, pada saat Saudara tadi sampai 10 semester, di semester keberapa Saudara mendapatkan 120 SKS untuk bertransformasi atau melanjutkan ke S1?” tanya kuasa hukum Roy Suryo.
“Waduh kalau itu sudah lupa, 45 tahun lalu, sekali lagi,” jawab Jokowi.
3. Lupa Nilai dalam Program Sarjana
Masih seputar transformasi program sarjana muda ke S1, Jokowi juga sempat mengaku lupa ketika ditanya kuasa hukum Roy Suryo terkait besaran nilai yang ia dapat ketika hal tersebut terjadi.“Saat Saudara sudah 120 SKS untuk memenuhi persyaratan program sarjana, ada enggak dokumen berupa daftar nilai program sarjana yang dikeluarkan oleh UGM?” tanya kuasa hukum Roy Suryo.
“Daftar nilai ada,” kata Jokowi.
“Berapa nilai saudara? Masih ingat?” tanya tim hukum Roy Suryo lagi.
“Lupa,” jawab Jokowi.
4. Lupa saat Momen Ujian Skripsi
Ujian skripsi Jokowi dilaksanakan pada 23 oktiber 1985. Ia mengaku mengikuti ujian tersebut dan diuji oleh dua dosen penguji. Tim hukum Roy Suryo lalu mengajukan pertanyaan terkait ujian skripsi itu.“Adakah pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada Saudara, ada pertanyaan yang tidak bisa saudara jawab?” tanya kuasa hukum Roy Suryo.
“Tidak ingat,” jawab Jokowi.
Kuasa hukum Roy Suryo kemudian melanjutkan bertanya tentang pertanyaan dosen penguji apa yang mudah dijawab Jokowi saat sidang skripsi.
“Tidak ingat,” jawab Jokowi lagi.
Setelah itu, kuasa hukum Roy Suryo kemudian bertanya kepada Jokowi tentang momen revisi pasca-sidang skripsi. Jokowi semula mengaku ia melakukan revisi setelah sidang.
“Saudara masih ingat berapa kali Saudara [melakukan] revisi?”
“Ini sudah 45 tahun lalu,” jawab Jokowi, mengindikasikan ia lupa.
5. Lupa Tiga Nama Teman Wisuda
Selain pertanyaan-pertanyaan di atas, Jokowi juga sempat mengaku lupa ketika menyebutkan nama teman sesama mahasiswa yang diwisuda bersamanya ketika ditanya jaksa penuntut umum. Presiden RI ke-7 itu semula menyebut ada 14 mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM termasuk dirinya yang diwisuda pada 19 November 1985.Ketika menyebut satu per satu nama teman sesama mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM tersebut, Jokowi hanya menyebut 11 nama. Ia kemudian mengaku lupa dengan nama dua orang lainnya.
“Yang ke-12 sampai 14 itu saya lupa,” katanya.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id































