Menuju konten utama

BPS Catat Impor Garam dan Semen Melonjak Tajam di Kuartal III

Impor RI melesat 19,67% selama Januari-September 2026 dibanding periode 2025. Sektor bahan baku jadi penopang utama, yakni garam, belerang, batu, dan semen.

BPS Catat Impor Garam dan Semen Melonjak Tajam di Kuartal III
Suasana bongkar muat garam impor dari Kapal MV Golden Kiku ke truk pengangkut di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (12/8). ANTARA FOTO/Zabur Karuru
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total nilai impor Indonesia periode Januari hingga September 2026 mencapai 210,63 miliar dolar AS, atau mengalami kenaikan sebesar 19,67 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan di seluruh golongan penggunaan barang, dengan sektor bahan baku atau penolong sebagai kontributor utama.

"Sepanjang Januari sampai dengan September tahun 2026, total nilai impor mencapai 210,63 miliar dolar AS atau naik sebesar 19,67 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun yang lalu," ujar Ateng saat menyampaikan rilis statistik di Jakarta, Senin (2/11/2026).

Ia merinci bahwa nilai impor migas secara kumulatif tercatat sebesar 32,57 miliar dolar AS atau naik cukup tinggi sebesar 37,35 persen, sementara impor nonmigas menembus 178,06 miliar dolar AS atau naik 16,92 persen.

Menurut Ateng, peningkatan secara kumulatif terjadi pada seluruh golongan penggunaan barang. Golongan bahan baku atau penolong mencatatkan angka tertinggi dengan nilai mencapai 150,57 miliar dolar AS atau naik 21,11 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, serta memberikan andil peningkatan sebesar 14,91 persen.

Kenaikan impor bahan baku penolong tersebut terutama ditopang oleh bahan bakar mineral, mesin dan perlengkapan elektrik beserta bagiannya, serta golongan garam, belerang, batu, dan semen.

Untuk bahan bakar mineral nilai impor periode Januari-September 2026 tercatat sebesar 4,25 miliar dolar AS, yang mengalami kenaikan atau lonjakan sebesar 42,58 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sedangkan, mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya untuk periode Januari-September 2026 mencapai 28 miliar dolar AS, dengan pertumbuhan atau kenaikan sebesar 23,30 persen dengan peningkatan sebesar 5,2 miliar dolar AS.

Adapun, garam, belerang, batu, dan semen nilai impornya periode Januari-September 2026 tercatat sebesar 3,91 miliar dolar AS, yang mencatatkan lonjakan pertumbuhan paling tinggi sebesar 127,03 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, untuk kinerja bulanan pada September 2026, total nilai impor tercatat mencapai 24,23 miliar dolar AS atau meningkat 18,41 persen jika dibandingkan dengan September 2025.

Ateng memaparkan bahwa nilai impor migas pada bulan tersebut mencapai 3,27 miliar dolar AS atau meningkat 23,94 persen secara tahunan, sedangkan impor nonmigas senilai 20,96 miliar dolar AS atau tumbuh 17,59 persen secara tahunan.

"Untuk peningkatan nilai impor secara tahunan, ini terutama didorong oleh peningkatan impor nonmigas dengan andilnya sebesar 15,33 persen," tutur Ateng.

Baca juga artikel terkait LAJU IMPOR atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Siti Fatimah