tirto.id - Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa bangunan yang mengalami ledakan di kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, bukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Juru Bicara BGN, Tysa Novenny, mengatakan BGN telah berkoordinasi dengan tim di lapangan, termasuk Kepolisian Resor (Polres) Tangerang Selatan dan Badan Intelijen Negara (BIN).
“Informasi yang kami dapatkan bahwa ledakan tersebut bukanlah gedung dari SPPG yang tengah beroperasi ataupun gudang SPPG,” ujar Tysa dalam keterangannya, Kamis (15/10/2026).
Meski begitu, Tysa menyebut salah satu ruko yang terdampak digunakan sebagai gudang pemasok buah dan peralatan berbahan stainless steel.
“Kami pastikan bahwa sampai sejauh ini penyaluran MBG baik dari segi pasokan bahan-pangannya masih berjalan normal,” ujar Tysa.
Sementara itu, Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, mengatakan bahwa tidak terdapat SPPG yang beroperasi maupun yang sedang dalam tahap persiapan di lokasi ledakan berdasarkan data Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BGN.
“Kami juga sudah melakukan pendalaman di lapangan dan mendapatkan informasi bahwa bangunan dilokasi digunakan oleh pihak lain, bukan untuk operasional SPPG. Jadi tidak ada keterkaitan langsung dengan program MBG,” tutur Ketut.
Sebelumnya, insiden ledakan terjadi di Pasar Cimanggis, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, pada Rabu (14/10/2026). Kejadian malam itu menyebabkan dua korban meninggal dunia dan hingga kini belum diketahui soal penyebab kejadian.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id


































