tirto.id - Kaca film untuk mobil sering dipasang demi mengurangi panas sekaligus menjaga privasi penumpang. Namun, ada kekhawatiran bahwa kaca film mengganggu sinyal GPS sehingga bisa menghambat navigasi selama perjalanan. Apa benar demikian?
Kaca film adalah lapisan tipis yang umumnya dipasang pada permukaan kaca mobil. Lapisan tersebut akan membuat kaca mobil terlihat lebih gelap sehingga orang atau penumpang di dalam kabin tidak terlihat dari luar.
Tak hanya soal privasi, kaca film juga berfungsi sebagai pelindung karena dapat mengurangi paparan sinar UV dan panas matahari yang masuk ke kabin. Hal ini bisa meningkatkan kenyamanan penumpang sekaligus membantu melindungi interior mobil dari paparan panas.
Di sisi lain, kaca film untuk mobil juga disebut-sebut bisa merugikan karena membuat sinyal GPS tiba-tiba hilang dan menghambat navigasi perjalanan. Namun, apa benar kaca film mengganggu sinyal GPS?
Benarkah Kaca Film Mengganggu Sinyal GPS
Jawabannya bisa ya dan tidak, karena hal ini sangat bergantung pada jenis kaca film yang digunakan pemilik kendaraan. Menurut situs Solar Screen, dampak terhadap kualitas sinyal dipengaruhi oleh material yang digunakan dalam kaca film.
Perlu diketahui bahwa ada banyak jenis kaca film yang bisa digunakan untuk mobil. Salah satunya adalah kaca film berbahan metalized yang mengandung partikel logam.
Salah satu keunggulan kaca film jenis ini adalah bisa memantulkan panas serta sinar UV matahari sehingga dapat melindungi mobil sekaligus penumpang di dalamnya.
Akan tetapi, kaca film ini juga punya kekurangan. Sifat konduktif logam pada kaca film metalized dapat menghambat gelombang radio, termasuk sinyal GPS, seluler, hingga sinyal Wi-Fi.
Akibatnya, penggunaan kaca film jenis ini pada mobil berpotensi membuat sinyal GPS lebih lemah, terutama ketika kendaraan berada di wilayah yang memang memiliki penerimaan sinyal buruk.
Hal ini juga diungkap dalam studi ilmiah bertajuk Shielding Effectiveness of Tinted Automotive Films yang mengukur seberapa besar kaca film otomotif mengurangi atau melemahkan sinyal elektromagnetik/RF (radio frequency).
Di dalam jurnal disebutkan bahwa pada jenis kaca film berbahan metal, kandungan logam di dalamnya membuat kaca film ini memiliki kemampuan refleksi yang tinggi, tapi juga berpotensi menghambat atau mengganggu transmisi sinyal nirkabel.
Jenis-Jenis Kaca Film untuk Mobil

Pada dasarnya, kaca film untuk mobil tersedia dalam beberapa jenis yang memiliki karakteristik berbeda, dan tidak semua kaca film mengganggu sinyal GPS. Agar tidak salah pilih, berikut beberapa jenis kaca film untuk mobil beserta keunggulannya:
1. Kaca Film Dyed
Kaca film jenis dyed termasuk salah satu jenis yang paling umum dengan harga relatif terjangkau. Jenis ini dibuat dengan menambahkan lapisan film yang diberi pewarna pada permukaan kaca.Tingkat kegelapannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan sehingga bisa memberikan privasi sekaligus membantu mengurangi paparan sinar matahari yang masuk ke kabin.
Namun, kemampuan menolak panas dari kaca film dyed umumnya tidak sebaik jenis kaca film dengan teknologi yang lebih tinggi. Lapisan pewarnanya juga dapat memudar seiring waktu, terutama jika kendaraan sering terpapar suhu tinggi dan sinar matahari.
2. Kaca Film Carbon
Kaca film ini menggunakan partikel karbon pada lapisan filmnya untuk membantu menghalangi sinar UV sekaligus mengurangi panas yang masuk ke dalam kabin. Dibandingkan kaca film dyed, jenis carbon umumnya menawarkan kemampuan penolakan panas yang lebih baik.Lapisan ini juga memiliki tampilan matte yang memberikan kesan modern pada kaca mobil. Salah satu keunggulan lainnya adalah ketahanan warna yang lebih baik sehingga tidak mudah mengalami perubahan tampilan seperti kaca film dyed.
3. Kaca Film Metalized
Kaca film metalized menggunakan partikel logam berukuran sangat kecil yang ditanamkan pada lapisan film. Partikel tersebut bekerja dengan cara memantulkan sebagian energi dari sinar matahari sehingga membantu menghambat panas masuk ke dalam kabin.Lapisan logam juga dapat membuat kaca lebih tahan terhadap goresan dan memberikan karakteristik reflektif pada tampilannya. Namun, kandungan logam juga menjadi salah satu hal kelemahannya.
Partikel metal pada kaca film dapat mengganggu transmisi sinyal tertentu, termasuk GPS. Oleh karena itu, jika pengguna mengandalkan konektivitas perangkat di dalam mobil, perlu pertimbangan yang lebih matang sebelum memilih kaca film metalized.
4. Kaca Film Ceramic
Kaca film ceramic menggunakan teknologi yang lebih tinggi. Lapisan filmnya menggunakan nano partikel keramik yang bisa membantu menolak sinar UV dan panas dari sinar matahari. Beberapa produk kaca film ceramic bahkan diklaim mampu memblokir lebih dari 99% sinar UV.Selain kemampuan menolak panas yang tinggi, kaca film ceramic dikenal memiliki ketahanan warna yang baik sehingga tidak mudah pudar. Jenis ini juga tidak menggunakan lapisan logam sehingga lebih aman dari gangguan sinyal radio atau komunikasi.
Di sisi lain, harganya cenderung lebih mahal dibandingkan jenis kaca film lainnya, tapi tetap sebanding dengan performa dan daya tahannya yang lebih tinggi.
5. Kaca Film Hybrid
Kaca film hybrid merupakan kombinasi antara teknologi dyed dan metalized. Jenis ini menggunakan lapisan pewarna untuk memberikan tingkat kegelapan sekaligus partikel logam untuk membantu memantulkan panas.Dari segi harga, kaca film hybrid umumnya berada di antara kaca film dyed dan metalized atau ceramic, tergantung spesifikasi produknya. Jenis ini cocok bagi mereka yang ingin kaca film dengan penolakan panas lebih baik daripada jenis dyed, tapi dengan harga lebih terjangkau.
Tips Memilih Kaca Film untuk Mobil

Memilih kaca film mobil sebaiknya tidak hanya berdasarkan tingkat kegelapan atau tampilannya. Kaca film yang tepat perlu mempertimbangkan kebutuhan, kemampuan melindungi dari sinar matahari, visibilitas, kualitas produk, hingga aturan yang berlaku.
Terlebih jika mobil digunakan untuk perjalanan malam atau mengandalkan perangkat seperti GPS yang butuh penerimaan sinyal dengan baik. Berikut beberapa tips yang dapat dipertimbangkan sebelum memasang kaca film mobil:
1. Sesuaikan dengan Kebutuhan
Tentukan terlebih dahulu kebutuhan utama sebelum memilih kaca film. Misalnya, jika mobil lebih sering digunakan pada siang hari, jangan hanya memilih kaca film yang paling gelap, tapi utamakan yang punya perlindungan maksimal terhadap sinar UV dan kemampuan menolak panas yang baik.2. Jangan Hanya Memilih Berdasarkan Tingkat Kegelapan
Kaca film yang lebih gelap belum tentu menjadi pilihan terbaik. Tingkat kegelapan yang berlebihan justru bisa mengurangi visibilitas, terutama jika digunakan berkendara malam hari, di tempat minim cahaya, saat hujan lebat, atau ketika berada di area parkir yang gelap.3. Perhatikan Aturan Hukum Tingkat Kegelapan Kaca
Pemilihan kaca film juga perlu mempertimbangkan ketentuan yang berlaku di Indonesia. Penggunaan kaca film diatur dalam Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM.439/U/Phb-76.Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa kendaraan boleh menggunakan kaca berwarna atau kaca berlapis pewarna (film coating). Syaratnya, kaca tetap bisa tembus cahaya dengan persentase tidak kurang dari 70%.
Khusus untuk kaca kendaraan bagian depan dan belakang, syarat penembusan cahayanya tidak kurang dari 40% di sepanjang sisi atas kaca dan lebarnya tidak boleh lebih dari sepertiga tinggi kaca kendaraan.
4. Konsultasikan dengan Pemasang atau Teknisi Berpengalaman
Jika masih bingung menentukan jenis dan tingkat kegelapan kaca film, kita bisa berkonsultasi dengan pihak bengkel atau teknisi yang berpengalaman. Mereka dapat membantu memilih produk berdasarkan jenis kendaraan, posisi kaca, kebutuhan penggunaan, serta tingkat kegelapan yang sesuai.Rekomendasi Kaca Film untuk Mobil

Terdapat beberapa rekomendasi kaca film yang bisa dipilih untuk melengkapi penampilan kendaraan sekaligus memberikan perlindungan. Dengan variasi harga yang beragam, berikut beberapa produk kaca film untuk mobil yang bisa dijadikan referensi:
1. Kaca Film CoolPlus
Kaca film depan mobil dari CoolPlus dirancang untuk membantu mengurangi paparan panas dan sinar ultraviolet dari matahari yang masuk ke dalam kabin. Lapisan ini dapat membantu menjaga suhu interior tetap lebih nyaman saat kendaraan digunakan di bawah terik matahari.Materialnya menggunakan poliester dengan teknologi nano ceramic yang dirancang untuk mempertahankan kualitas dan warna film agar tidak mudah memudar. Kaca film ini dibanderol dengan harga Rp400.000 - Rp2.000.000.
2. LLumar Black Series
Kaca film ini menggunakan material carbon nano ceramic dengan ketebalan sekitar 2 mikron dan dilengkapi lapisan anti selip untuk meningkatkan ketahanannya. Produk ini bisa mengurangi panas sekaligus memberikan tampilan gelap dari luar dengan visibilitas yang tetap baik dari dalam.Tersedia beberapa pilihan tingkat kegelapan, mulai dari 40% dengan IR rejection 90%, 60% dengan IR rejection 95%, dan 80% dengan IR rejection hingga 99%. Harga kaca film ini berkisar antara Rp100.000–Rp1.200.000, tergantung ukuran dan tingkat kegelapan.
3. Solar Gard Black Phantom Premium Series
Kaca film ini berbasis advanced nano ceramic yang dirancang untuk kaca depan, samping, hingga belakang kendaraan. Film ini memiliki warna hitam pekat dengan tampilan doff yang memberikan kesan sporty sekaligus meningkatkan privasi dari luar.Meski terlihat gelap, produk ini tetap memberikan visibilitas yang baik dari dalam kabin. Teknologi nano ceramic-nya juga dirancang untuk membantu meredam panas matahari sehingga kabin terasa nyaman. Kaca film ini dibanderol harga Rp800.000–Rp4.000.000.
4. Kaca Film Wincos
Kaca film ini menggunakan teknologi Jepang untuk meningkatkan perlindungan terhadap panas matahari. Kaca film ini diklaim mampu menolak radiasi inframerah hingga 93–95% dan sinar ultraviolet hingga 99,9% sehingga dapat membantu menjaga kenyamanan suhu di dalam kabin.Kaca film ini juga menggunakan material non-logam sehingga tidak mengganggu penerimaan sinyal perangkat seperti GPS, radio, maupun telepon seluler. Kaca film ini bisa didapatkan dengan harga sekitar Rp3.000.000–Rp4.000.000.
5. Heat Protection Ionix Black
Kaca film Heat Protection menawarkan perlindungan terhadap panas matahari dengan harga yang lebih terjangkau. Produk ini menggunakan teknologi nano ceramic dan Nightvision, serta tersedia dalam beberapa pilihan tingkat kegelapan, mulai dari 20%, 40%, 60%, hingga 80%.Kaca film ini diklaim mampu menolak radiasi inframerah hingga 90%, sinar UV hingga 99%, serta memiliki nilai TSER hingga 80%. Tersedia dalam pilihan warna Emerald Green dan Black, produk ini cocok untuk berbagai kendaraan. Harga kaca film ini dibanderol Rp1 jutaan.
Demikian penjelasan terkait kaca film mengganggu sinyal GPS, lengkap dengan informasi mengenai jenis-jenis kaca film, tips memilih, dan rekomendasi produknya.
Dari sini dapat disimpulkan bahwa tidak semua kaca film berpotensi mengganggu sinyal GPS karena pengaruhnya bergantung pada material dan teknologi yang digunakan.
Jadi, pilihlah kaca film sesuai kebutuhan dengan tetap mempertimbangkan visibilitas, kemampuan menolak panas dan sinar UV, serta kompatibilitasnya dengan perangkat elektronik di dalam mobil.
Temukan berbagai tips, rekomendasi, info spesifikasi, hingga berita terkini seputar dunia otomotif melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id


































