tirto.id - Ban tubeless sering dianggap lebih baik dari ban biasa karena beberapa faktor, salah satunya karena dianggap aman 100% dari risiko kempis mendadak. Lalu, apa benar ban tubeless tidak akan bocor atau kempis secara tiba-tiba?
Ban tubeless merupakan jenis ban yang tidak memerlukan ban dalam. Berbeda dengan ban biasa yang mengandalkan ban dalam tertutup untuk menampung udara, ban tubeless langsung menyimpan udara di antara ban dan pelek.
Desain ini membuat ban tubeless memiliki sejumlah keunggulan, termasuk risiko kehilangan tekanan yang relatif lebih lambat saat tertusuk benda kecil. Selain itu, perbaikan ban tubeless yang mengalami kebocoran juga umumnya lebih praktis karena tidak perlu membongkar ban dalam.
Karena tidak ada ban dalam, banyak yang percaya bahwa ban tubeless lebih tahan bocor dan tidak akan kempis secara mendadak. Anggapan ini muncul karena udara pada ban tubeless biasanya keluar lebih lambat dibandingkan dengan ban biasa saat mengalami kebocoran. Apakah benar demikian?
Ban Tubeless Juga Bisa Kempis Mendadak

Tidak tepat jika dikatakan bahwa ban tubeless kebal terhadap risiko kempis mendadak. Ban jenis ini memang memiliki keunggulan dalam mempertahankan tekanan udara saat mengalami kebocoran akibat tusukan kecil, tapi bukan berarti udara tidak bisa keluar dengan cepat.
Menurut dokumen panduan teknis Michelin, ban tubeless memiliki lapisan karet kedap udara (inner liner) yang menyatu dengan bagian dalam ban. Ketika ban tertusuk benda kecil, misalnya kena paku, udara biasanya keluar lebih lambat dibandingkan ban yang menggunakan ban dalam.
Kondisi ini memberi pengendara lebih banyak waktu untuk menyadari kebocoran dan mencari tempat perbaikan. Meski demikian, ada kondisi tertentu yang bisa menyebabkan ban tubeless kehilangan tekanan udara secara cepat.
Ban tubeless tetap berisiko kempis mendadak apabila mengalami kerusakan struktural yang signifikan, misalnya terdapat sayatan dengan ukuran cukup besar atau kerusakan pada area pertemuan ban dan pelek (bead area).
Penyebab Ban Tubeless Kempis Mendadak

Ban tubeless memang memiliki keunggulan dalam menahan udara ketika mengalami tusukan kecil. Namun, ban tubeless tetap bisa kempis mendadak ketika mengalami kerusakan yang cukup besar.
Penyebabnya tidak selalu berupa paku atau benda tajam di jalan, tapi juga bisa berkaitan dengan kerusakan ban akibat benturan, kondisi pelek, hingga komponen katup udara. Berikut beberapa penyebab ban tubeless kempis mendadak yang perlu diketahui pengendara.
1. Tertusuk Paku atau Benda Tajam
Paku, pecahan kaca, atau benda tajam lainnya yang menancap pada ban dapat menyebabkan udara keluar melalui lubang tusukan. Pada ban tubeless, benda yang masih menancap terkadang menyumbat lubang untuk sementara sehingga udara keluar secara perlahan.Namun, jika lubangnya cukup besar, benda tersebut terlepas, atau kerusakannya melebar saat ban berputar, udara bisa keluar lebih cepat. Oleh karena itu, jangan menganggap ban yang masih terlihat normal setelah melindas paku pasti aman digunakan.
2. Dinding Samping Ban Rusak akibat Benturan
Benturan keras dengan lubang jalan, trotoar, atau benda keras lainnya dapat merusak struktur ban, terutama pada lapisan karkas pada dinding samping. Benturan ini bisa menyebabkan munculnya tonjolan atau gelembung pada bagian tersebut.Jika gelembung tersebut pecah, udara bisa keluar dengan cepat, lalu kehilangan tekanan secara signifikan sehingga ban tubeless kempis secara mendadak. Hal ini pastinya akan berbahaya ketika kendaraan sedang digunakan karena pengendara bisa kehilangan kendali secara tiba-tiba.
3. Katup Udara Bocor atau Rusak
Katup udara (valve) berfungsi sebagai tempat memasukkan udara sekaligus membantu menjaga tekanan di dalam ban. Jika katup mengalami kerusakan, aus, atau tidak tertutup dengan baik, udara dapat keluar meskipun tidak ada kerusakan signifikan pada fisik ban.Katup yang sudah keropos bahkan dapat membuat ban kehilangan udara lebih cepat daripada biasanya. Jika ban terus berkurang tekanannya meskipun sudah dipompa, mintalah bengkel memeriksa kondisi katup untuk memastikan tidak ada kebocoran.
4. Pelek Bengkok atau Rusak
Ban tubeless mengandalkan pertemuan yang rapat antara ban dan pelek untuk menahan udara di dalamnya. Jika pelek bengkok akibat menghantam lubang jalan, mengalami kerusakan, atau berkarat, sambungan tersebut dapat kehilangan kerapatannya sehingga udara merembes keluar.5. Ban Digunakan dalam Kondisi Kurang Angin
Ban yang kekurangan tekanan udara bukan hanya membuat kendaraan kurang nyaman dikendarai, tapi juga berisiko mengalami kerusakan lebih lanjut.Saat tekanan ban kurang dan dipaksa digunakan, dinding samping ban dapat tertekuk berlebihan dan menyebabkan kerusakan pada struktur ban secara keseluruhan.
Kerusakan ini dapat berupa bercak pada bagian dalam ban, lapisan karet bagian dalam yang terkelupas akibat panas, hingga dislokasi ban
6. Ban Sudah Aus
Ban yang sudah aus, retak, atau mengalami kerusakan fisik lebih rentan terhadap masalah keselamatan. Kerusakan dapat terjadi akibat usia pemakaian, kondisi jalan, benturan, atau penggunaan ban dalam kondisi tekanan yang tidak sesuai.Cara Merawat Ban Tubeless agar Awet

Ban tubeless tetap bisa mengalami kebocoran dan kempis mendadak seperti ban biasa. Oleh karena itu, jenis ban ini tetap membutuhkan perawatan rutin agar tetap aman digunakan sekaligus membantu memperpanjang masa pakainya.
Berikut beberapa cara merawat ban tubeless yang bisa diterapkan sehari-hari dilansir dari laman Goodyear dan Planet Ban:
1. Periksa Tekanan Angin secara Berkala
Pastikan tekanan udara ban sesuai dengan rekomendasi pabrikan kendaraan. Tekanan yang tidak sesuai dapat memengaruhi kenyamanan, daya cengkeram, dan usia pakai ban, bahkan bisa meningkatkan risiko kerusakan pada ban.Untuk mobil, informasi terkait rekomendasi tekanan angin biasanya bisa ditemukan pada label di bingkai pintu pengemudi, bagian dalam penutup tangki bahan bakar, atau buku manual kendaraan. Pada sepeda motor, periksa buku panduan atau label rekomendasi tekanan yang disediakan pabrikan.
2. Menggunakan Nitrogen untuk Mengisi Ban
Jika memungkinkan, usahakan mengisi ban kendaraan dengan nitrogen. Nitrogen biasanya memang lebih mahal, tapi memiliki kelebihan, yaitu tekanan ban cenderung lebih stabil ketimbang diisi angin biasa. Perlu diingat juga bahwa nitrogen tidak membuat ban kebal bocor atau kempis.3. Periksa Kondisi Fisik Ban
Selalu perhatikan kondisi permukaan dan dinding samping ban. Pastikan tidak ada paku, benda tajam, retakan, sayatan, tonjolan, atau keausan yang tidak merata. Kerusakan tersebut dapat menjadi tanda bahwa ban perlu diperiksa lebih lanjut atau bahkan diganti.Jangan hanya mengandalkan pemeriksaan sekilas. Jika menemukan tonjolan pada dinding samping atau kerusakan yang cukup dalam, segera bawa kendaraan ke bengkel untuk diperiksa.
4. Hindari Jalan Berlubang dan Benturan Keras
Sebisa mungkin kurangi kecepatan saat melewati jalan rusak, lubang, atau permukaan jalan yang tidak rata. Benturan keras berisiko merusak dinding samping ban dan pelek. Pada ban tubeless, kerusakan dinding samping dan pelek juga termasuk penyebab kempis secara mendadak.5. Hindari Membawa Beban Berlebihan
Setiap ban memiliki batas kemampuan menahan beban. Jika kendaraan membawa muatan melebihi kapasitas yang dianjurkan, tekanan dan beban kerja ban dapat meningkat sehingga berisiko mempercepat keausan atau menyebabkan kerusakan.Pengendara wajib mengikuti indeks beban (load index) dan simbol kecepatan (speed symbol) yang sesuai, apalagi jika hendak membawa banyak barang. Pada mobil yang menggunakan roof rack, perhitungkan pula berat barang di atap dan distribusi muatan agar kendaraan tetap stabil.
Rekomendasi Ban Tubeless Motor

Menggunakan ban tubeless memang memiliki kelebihan tersendiri dan bisa awet jika dirawat dengan baik. Selain itu, kualitas ban juga perlu diperhatikan agar bisa berkendara dengan aman dan nyaman. Berikut beberapa rekomendasi ban tubeless untuk motor dari berbagai merek:
1. Michelin Pilot Street
Michelin Pilot Street bisa dijadikan pilihan ban tubeless untuk motor matic seperti Honda Beat, Vario, hingga Yamaha Mio. Ban ini memiliki daya cengkeram, stabilitas, dan kenyamanan berkendara yang memadai, baik saat dipakai di jalan yang kering maupun basah.Alur ban ini memanjang dari bagian tengah hingga bahu ban dan bisa membantu mengalirkan air saat melewati jalan yang basah. Ban ini tersedia dalam ukuran 80/90-14 dan 90/90-14 dan bisa dibeli di harga sekitar Rp1.000.000–Rp1.200.000.
2. FDR TL Sport MP
FDR TL Sport MP termasuk salah satu pilihan ban tubeless yang bisa dipakai untuk berbagai merek motor menggunakan soft compound untuk mendukung grip maksimal, serta teknologi SCS yang membantu menjaga kestabilan temperatur ban.Ban ini juga dibuat dengan teknologi ABLS yang menjaga posisi ban tetap pada pelek serta V-Profile untuk menyesuaikan bidang kontak ban saat melaju lurus maupun menikung. Cocok untuk berbagai jenis motor Honda, Yamaha, hingga Suzuki, ban ini dijual di harga Rp400.000–Rp600.000.
3. Pirelli Diablo Rosso Scooter
Ban tubeless berikutnya ada Pirelli Diablo Rosso Scooter yang mengadopsi DNA ban motor sport Pirelli untuk menghadirkan performa sporty. Ban ini memberikan pengendalian yang responsif, grip yang kuat, serta performa yang baik, termasuk di jalan yang basah.Ban ini cocok bagi pengendara dengan gaya berkendara sporty, dan ban belakang dibekali kompon ganda dengan kandungan silika tinggi. Ban ini pun cocok untuk skutik seperti Yamaha NMAX dan Honda PCX. Ban ini dibanderol harga Rp600.000 - Rp1.000.000
4. PROBAN TL MT355 90/90-14
Ban tubeless ini ditujukan untuk motor matic dan terbuat dari material karet berkualitas tinggi. Desain alurnya membantu mengalirkan air untuk mendukung daya cengkeram di permukaan jalan yang basah, sementara konstruksinya membantu meningkatkan kestabilan pengendalian motor.Ban ini juga memiliki daya tahan yang baik terhadap keausan dan kerusakan. Beberapa motor matic yang kompatibel antara lain Honda Beat, Vario 110, Vario 125, Vario 160, Yamaha Mio, dan Suzuki Nex II. Ban tubeless ini bisa dibeli dengan harga Rp200.000–Rp300.000.
5. IRC Enviro NR91
IRC Enviro NR91 mengandalkan teknologi Low Rolling Resistance untuk mengurangi beban kerja mesin dan mendukung efisiensi bahan bakar. Ban ini juga memiliki grip yang baik serta lebih tahan terhadap panas akibat gesekan saat berkendara.Ban ini menggunakan material ramah lingkungan serta teknologi SAB (Shock Absorbent Booster) untuk membantu meredam guncangan saat melewati permukaan jalan kasar. Cocok untuk berbagai motor Honda, Yamaha, maupun Suzuki, ban ini bisa dibeli di harga Rp300.000–Rp400.000.
Temukan berbagai tips, rekomendasi, info spesifikasi, hingga berita terkini seputar dunia otomotif melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id





























