Asa di Kampung Akuarium

Bendera merah putih terpasang disalah satu rumah kayu milik warga Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (11/4). tirto.id/Arimacs Wilander
11 April 2017
11 April 2017, merupa perjalanan pilu bagi kebanyakan warga Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara. Ditanggal dan bulan yang senada, setahun silam rumah warga Kampung Akuarium diluluh lantahkan oleh buldoser.

Kini, Selasa 11 April 2017 mereka memperingatinya. Menggelar sebuah ritual acara bersama dan berdoa bersama demi terus memperjuangkan rumah-rumah yang telah lungkrah dihantam buldoser. Sembari terus bertahan di lokasi eks penggusuran dengan tenda dan rumah dari papan kayu seadanya.

Setidaknya 310 KK harus kehilangan rumah yang pernah susah payah dibangunya. Dan pihak pemerintah provinsi DKI, hingga setahun penggusuran pilu tersebut tak kunjung memberi jawaban atas tuntutan warga Kampung Akuarium.

Setahun berlalu, sempalan tembok dan kayu atap rumah masih terserak di area Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Pusat. Para warga tak ingin berpindah mukim di rusun atas saran Pemprov. DKI. Mereka, masih ingin tinggal di Kampung Akuarium, atas nama sejarah dan persaudaraan.

Foto dan Teks; Arimacs Wilander
a