tirto.id - Film Penumpasan Pengkhianatan G 30 SPKI atau Pengkhianatan G30S (1984) menjadi salah satu tontonan dokumenter sejarah yang menuai berbagai kontroversi, khususnya setelah masa Orde Baru usai. Lantas, apakah film G30S masih tayang di TV pada 30 September 2026?
Peristiwa Gerakan 30 September (G30S) 1965 hingga sekarang masih diselimuti sejumlah versi. Berdasarkan sejarah, ada yang menyebut bahwa dalang tragedinya adalah Partai Komunis Indonesia (PKI), Soekarno, Soeharto, atau bahkan CIA.
Arifin C. Noer, pada masa pemerintahan Orde Baru, menulis dan menyutradarai film G30S sesuai versi yang berlaku saat itu. Setiap tanggal 30 September, filmnya yang berdurasi 271 menit tersebut bahkan menjadi tontonan wajib di televisi nasional sampai 1998 silam.
Adapun tayangan G30S masih ditayangkan di layar kaca masyarakat Indonesia setelah itu, meskipun bersifat tidak wajib. Masyarakat pun bisa menonton film dokumenter penuh kontroversi ini di TV maupun berbagai platform daring lainnya.
Jadwal Tayang Film G30S di TV 30 September 2026
Apakah film Pengkhianatan G30S masih tayang di TV nasional pada 30 September 2026? Mengutip laman resmi jadwal Bioskop TransTV, film berjudul G30S akan ditayangkan di saluran televisinya pada Rabu, 30 September 2026 malam, mulai pukul 20.00 WIB.
Dengan begitu, tayangan produksi Perum Produksi Film Negara (PFN) tersebut bisa ditonton melalui layar kaca secara langsung. Sementara itu, para pengguna perangkat smartphone bisa mengakses film G30S secara daring melalui layanan streaming TransTV.
Film G30S yang diproduseri G. Dwipayana ini akan memperlihatkan sejumlah aktor utama. Di antaranya ada pemeran seperti Amoroso Katamsi sebagai Soeharto, Umar Kayam sebagai Soekarno, Syubah Asa sebagai D.N. Aidit, dan masih banyak lagi.
Tayangan yang melibatkan lebih dari 10.000 pemain dan figuran ini akan mengisahkan peristiwa G30S 1965. Latar belakangnya terjadi karena kondisi politik dan ekonomi Indonesia pada 1964-1965 sedang mengalami krisis dan Soekarno sakit.
Dalam tayangan, PKI memanfaatkan situasi tersebut untuk merebut kekuasaan dari pihak pemerintah. Mereka kemudian menyebarkan isu terkait Dewan Jenderal yang diklaim akan melakukan kudeta.
Penculikan dan pembunuhan terhadap sejumlah perwira TNI pun terjadi mulai tanggal 30 September malam hingga 1 Oktober dini hari. Korban yang masih hidup ataupun mati di tempat pun dibawa ke Lubang Buaya, Jakarta Timur.
Film G30S menampilkan bagaimana para korban penculikan itu mendapatkan siksaan di sana. Sementara Soeharto yang mengambil alih pimpinan AD melaksanakan perintah darurat untuk mengamankan situasi.
Para pasukan dari militer Indonesia pun pergi ke berbagai lokasi untuk memulihkan keamanan, termasuk ke Lubang Buaya. Film kemudian diakhiri dengan imbauan bahaya komunisme.
Ingin membaca lebih banyak artikel tentang Gerakan 30 September 1965? Pastikan juga untuk mengakses informasi terbaru tentang G30S selengkapnya di laman berikut ini.
Penulis: Yuda Prinada
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id

































